logo rilis
Politisi Gerindra Bela Kapolsek Pembubar Massa di Kantor Radar Bogor
Kontributor
Tari Oktaviani
02 Juni 2018, 08:00 WIB
Politisi Gerindra Bela Kapolsek Pembubar Massa di Kantor Radar Bogor
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Puyono berharap agar Kapolsek yang berupaya membubarkan aksi massa PDI-P yang menggeruduk kantor media Radar Bogor tidak dicopot. Ia khawatir hal itu terjadi mengingat dikatakannya berhubungan dengan partai penguasa.

"Saya harap keberanian dan ketegasan Kapolsek membubarkan Massa PDI- Perjuangan jangan sampai nanti berujung Kapolsek di copot, maklum yang ngepung kantor Kan Partai Berkuasa yang punya negara sih," sindir Arief, Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Ia pun mengomentari tindakan massa simpatisan PDI-P tersebut. Menurutnya, tidak elok dilakukan oleh sebuah partai politik. Ia mengatakan, jika memang tidak setuju dengan pemberitaan maka bisa melalui jalur hukum.

"Sudah kalau memang tidak puas dengan pemberitaan Radar Bogor gunakan saja Cara Cara hukum misalnya laporkan radar Bogor ke Dewan Pers enggak perlu lah pakai kepung kepungan kantor Radar Bogor," ungkapnya.

Lebih jauh terkait pokok persoalannya dimana massa PDI-P tak setuju dengan apa yang ditulis Radar Bogor dalam hal gaji Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri yang dikabarkan mendapat upah Rp112 juta dari jabatannya sebagai ketua BPIP, Arief menilai gaji tersebut juga bukan keinginan Megawati.

"Sebenarnya kasus gaji yang Besar kepada Ibu Mega yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP ,saya yakin bukan keinginan Ibu Mega Dan saya Juga yakin ibu mega pasti menolak digaji kok sebab Ibu Mega itu udah enga perlu lagi kok gaji sebesar itu, Wong semua anak Ibu Mega sudah pada sukses kok," ungkap Arief.

Ia pun mengimbau agar pimpinan PDI Perjuangan di Pusat juga memerintahkan agar Massa PDI- Perjuangan menghentikan aksinya di kantor Radar Bogor karena justru Akan membuat masyarakat tidak simpatik kepada partai.

Sebelumnya, pada Rabu (30/5/2018), massa PDIP geruduk kantor Radar Bogor terkait protes atas pemberitaan sang Ketum, Megawati Soekarnoputri. Menurut Pemred Radar Bogor, Tegar Bagja, menyampaikan tuntutan massa yakni soal pemberitaan Megawati dengan judul 'Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta'. 

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)