logo rilis
Politik Elektoral Dinilai Belum Bersih dan Berdemokrasi
Kontributor
Afid Baroroh
25 Maret 2018, 14:25 WIB
Politik Elektoral Dinilai Belum Bersih dan Berdemokrasi
FOTO: RILIS.ID/Afid Baroroh

RILIS.ID, Jakarta— Koalisi Masyarakat Sipil menilai, politik elektoral masih belum bersih dan cukup untuk jenjang demokratik. Hal itu didasari beberapa problem politik belakangan ini.

"Perhelatan politik elektoral ini enggak akan menjadi instrumen yang efektif bagi demokratisasi, jika integritas proses dan pengelolaannya dinodai praktik buruk yang terus berlangsung," kata perwakilan koalisi Divisi Pemantauan Impunitas KontraS Feri Kusuma, di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Minggu (25/3/2018). 

Menurutnya, yang kerap terjadi saat ini adalah politisasi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) dan kriminalisasi lawan politik. Selain itu, dia juga menyebut masih banyak penyebaran berita bohong, ujaran kebencian dan intimidasi.

Belum lagi, ditemui masih ada ketidaknetralan aparatur negara seperti Polisi, TNI, Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Intelejen maupun penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu).  

Di sisi lain, masih ada masalah yang merisaukan pesta demokrasi, yakni praktik politik uang dan penyuapan. Ditambah, adanya pemalsuan dokumen dan manipulasi prosedur penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Problem tersebut, harus diselesaikan dengan mengedepankan kehadiran calon yang memiliki akuntabilitas mumpuni. Hal itu, dianggap sebagai salah satu cara untuk memperkokoh demokrasi di Indonesia.

"Politik elektoral ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada pemilih untuk menagih akuntabilitas dari para wakil dan pimpinanya. Namun juga, peluang untuk memperkokoh pelembagaan demokrasi di Indonesia," pungkasnya.

Editor: Intan Nirmala Sari


500
komentar (0)