logo rilis
Polisi Pastikan Tewasnya Hari Darmawan Murni Kecelakaan
Kontributor
Sukma Alam
22 Maret 2018, 05:16 WIB
Polisi Pastikan Tewasnya Hari Darmawan Murni Kecelakaan
Pendiri Matahari, Hari Darmawan. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Bogor— Kapolres Bogor, Jawa Barat, AKBP Andi Moch Dicky, menyatakan tidak ditemukan unsur pidana pada kasus kematian pengusaha yang juga pendiri Matahari, Hari Darmawan. Sehingga kasus tersebut murni karena kecelakaan.

"Jadi korban meninggal dunia murni akibat kecelakaan," kata Dicky di Cibinong, Rabu (21/3) kemarin.

Dicky menjelaskan, pihaknya telah melakukan penyelidikan perkara dimulai dari hasil olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi-saksi dan melakukan pemeriksaan melalui forensik, sampai melakukan gelar perkara.

Polisi secara intensif melakukan penyelidikan sejak peristiwa terjadi Sabtu (10/3) kemarin, hingga update pertama kasus pada tanggal 12 Maret. Jumlah saksi yang tadinya 11 orang bertambah menjadi 17 orang.

"Pada akhirnya kami sampaikan kasus ini tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana. Murni kecelakaan terjatuh ke Sungai Ciliwung," kata Dicky.

"Arus Sungai Ciliwung pada saat itu sedang meluap dan air cukup deras," tambah Dicky.

Menurut Dicky, pihaknya sudah mempelajari semua, termasuk pola komunikasi yang dilakukan Hari. Tidak ada hal ketidakwajaran dalam kasus kematian bos Taman Wisata Matahari tersebut.

"HP atau telepon genggam almarhum belum ditemukan. Tapi kita sudah pelajari semua, tidak ada, semua kewajaran," katanya.

Dari hasil penyelidikan itu, lanjut Dicky, pihaknya tidak melanjutkan penyelidikan ke tingkap penyidikan atau dengan kata lain pihaknya menghentikan perkara.

Tetapi, lanjutnya, kasus tersebut dapat dibuka kembali apabila ada masyarakat yang memberikan alat bukti dan informasi yang dapat dibuktikan dengan valid dan jelas.

"Silahkan masyarakat menghubungi Reskrim dengan membawa bukti yang valid dan jelas," katanya.

Sebelumnya, Hari Darmawan ditemukan meninggal dunia di pinggir Sungai Ciliwung, Sabtu (10/3). Sehari sebelumnya almarhum sempat dinyatakan hilang pada Jumat (9/3) malam saat mengunjungi salah satu vilanya yang berlokasi di Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor.

Sebelum menghilang, Hari sempat makan malam bersama sejumlah karyawannnya, lalu singgah ke vilanya. Ia pergi bersama sopirnya, ketika berada di vila, Hari sempat meminta diambilkan koran dan air yang ada di dalam mobil.

Ketika sopir pergi menuju lokasi parkir, saat itu Hari hilang, dan ditemukan keesokan paginya dalam kondisi telah meninggal dunia.
 

Sumber: ANTARA


komentar (0)