logo rilis
Polisi Amankan Tujuh WNA Cina di Kupang, Ternyata Paspornya...
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
14 Juni 2018, 20:21 WIB
Polisi Amankan Tujuh WNA Cina di Kupang, Ternyata Paspornya...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Kupang— Sebanyak tujuh warga negara Cina yang terdampar di wilayah perairan Kupang kemudian diamankan Polisi Perairan Polda NTT. Ketujuh orang itu kemudian mengaku paspor dan sejumlah data diri mereka disita oleh pihak Polisi Perairan Australia.

"Tadi kami sempat tanya kepada meraka di mana paspor mereka. Mereka bilang sudah disita oleh polisi perairan Australia," kata Kasat Ronda Patroli Armada Polisi Perairan NTT, AKBP Satrya Perdana Tarung Binti kepada wartawan di Kupang, Kamis (14/6/2018).

Tujuh warga Negara China itu di antaranya bernama Wu zheng yin, Fang min, Chen chunlin, Fu zedong, Liangyi hu, Yin guoguang dan Zheng Minyang itu diketahui keberadaan mereka pada saat dilaksanakannya patroli rutin oleh Polisi Perairan Polda NTT.

Starya mengatakan, sejumlah data diri milik WNA itu disita ketika mereka hendak memasuki wilayah perairan Australia saat berlayar dari Makassar dengan dibantu oleh tiga Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaaan Indonesia. Kemudian saat ditanya terkait paspor, para WNA itu juga sempat menuduh yang menyita sejumlah dokumen mereka adalah polisi Indonesia.

"Namun, kami coba menunjukkan foto dan seragam polisi perairan Australia. Baru mereka mengakui bahwa polisi Australia-lah yang menyita dokumen mereka," ujarnya.

Sejumlah WNA itu, imbuh Satrya, juga mendesak paspor dan sejumlah dokumen lain yang disita oleh polisi perairan bisa segera dikembalikan.

"Justru tadi mereka juga meminta agar dibuatkan green pasport. Tapi kita kan tak menerbitkan green pasport," imbuhnya.

Satrya juga mengaku saat sesudah diamankan, pihak kepolisian justru kebingungan menerjemahkan bahasa mereka. Karena memang tak bisa berbahasa Inggris.

Oleh karena itu, pihak kepolisian kemudian mencari penerjemah untuk menerjemahkan apa yang dibicarakan oleh para warga negara China itu.

Sampai dengan saat ini, pemeriksaan terhadap sejumlah WNA China itu masih terus dilakukan. Untuk mencari tahu motif terdamparnya mereka di Kupang.

Sumber: Antara


500
komentar (0)