logo rilis

Polemik Rekomendasi Ustad, PKS: Terkesan Negara Pecah-Belah Umat
Kontributor
Nailin In Saroh
19 Mei 2018, 14:15 WIB
Polemik Rekomendasi Ustad, PKS: Terkesan Negara Pecah-Belah Umat
Mardani Ali Sera. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menilai keputusan Kementerian Agama (Kemenag) merekomendasikan 200 nama ustaz justru berpotensi memecah belah masyarakat. Dikhawatirkan, pembatasan itu juga menjadi ladang subur berkembangnya terorisme.

"Jangan membatasi yang lain, karena nanti kesannya negara yang suka memisah-misahkan. Langkah pemerintah ini bagi saya justru membuat kita semakin terpecah belah," ujar Mardani kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

Menurut Mardani, apabila pemerintah ingin merekomendasikan sejumlah nama sebagai rujukan memberikan ceramah-ceramah kepada masyarakat, seharusnya tidak juga mengesampingkan ulama lainnya. Karena itu, ia mengusulkan kepada pemerintah untuk membuat catatan informasi tentang para ulama.

"Usul saya, sebut mana ustaz yang catatannya satu, dua, tiga. Kemudian panggil dulu, sebab kan kita juga ada lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI). Maka jangan dulu memakai pendekatan formal struktural," tegasnya.

Mardani juga menyarankan, pemerintah melakukan komunikasi dengan para ulama terkait secara informal dan personal. Sebab, menurutnya, antara pemerintah dan para ulama hanya kurang menjalin komunikasi saja. 

"Jangan pernah berpikir bahwa ulama selain yang 200 nama itu buruk. Nanti akan timbul reaksi lagi oleh masyarakat. Usul saya, pemerintah tidak usah masuk ke situ. Karena kalau yang mengumumkan soal ulama ini bukan MUI, menurut saya ini keluar dari tupoksi," tandasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)