logo rilis
Musnahkan 5 Kilogram Sabu, Polda Amankan Warga Malaysia
Kontributor
Kurniati
06 April 2018, 13:55 WIB
Musnahkan 5 Kilogram Sabu, Polda Amankan Warga Malaysia
Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Pontianak— Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu sebanyak lima kilogram, dari hasil penangkapan di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau.

Pemusnahan tersebut dipimpin langsung Kepala Kepolisian Daerah setempat, Irjen (Pol) Didi Haryono.

"Enam tersangka diamankan dari kasus tersebut," kata Didi Haryono di Pontianak, Jumat (6/4/2018).

Keenam tersangka tersebut, yakni GT (34), JWS (46), Mik (32), dan Gun (34), dan dua tersangka lagi warga binaan LP Kelas II A, yaitu Dar (28), dan OBS (70) warga negara Malaysia yang merupakan bandar besarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan aturan, barang bukti yang ada di tangan penyelidik, tujuh hari setelah surat penetapan dari Kejaksaan Negeri maka harus dimusnahkan.

"Pemusnahan sabu-sabu itu dilakukan dengan dilarutkan atau dicampur dengan racun rumput," ungkapnya.

Dikatakannya barang bukti sabu-sabu yang dimusnahkan itu melibatkan enam tersangka, yang berusaha menyelundupkan narkoba dari perbatasan Indonesia-Malaysia menggunakan sebuah truk dengan nomor polisi KB 9944 DB.

"Barang haram tersebut di simpan di belakang kursi sopir. Setelah pengembangan, sopir dan rekannya berhasil diamankan tersangka lain yang akan mengambil sabu tersebut. Kemudian berhasil ditangkap seorang warga binaan Lapas Kelas II A Pontianak yang bertindak sebagai pemesan atau pengendali sabu-sabu tersebut," ungkapnya.

Didi menambahkan, saat ini hampir setiap hari ada laporan penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat. 

Hal ini sangat membahayakan kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara karena penggunaan narkoba dapat merusak SDM terutama generasi muda bangsa ini.

"Peredaran narkoba sudah masuk hingga ke pelosok daerah, makanya sudah saatnya kita bersama-sama menyatakan perang terhadap narkoba, baik kepada bandar, pengedar maupun pengguna. Hal ini agar dapat menyelamatkan bangsa Indonesia dari bahaya narkoba," kata Didi.

Para tersangka itu, menurut Didi, akan diancam dengan hukuman seberat-beratnya, yakni hukuman mati dan maksimum hukuman seumur hidup.

Tersangka ini disangkakan Pasal 112, Pasal 114, 115 dan Pasal 132, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara maksimal 20 tahun.
 

Sumber: ANTARA


komentar (0)