logo rilis
Polcomm Institute: AHY Paling Tinggi Elektabilitasnya Dampingi Jokowi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
25 Maret 2018, 14:13 WIB
Polcomm Institute: AHY Paling Tinggi Elektabilitasnya Dampingi Jokowi
Ilustrasi Agus Harimurti Yudhoyono. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo resmi diusung kembali oleh PDI Perjuangan, bersama empat partai lainnya untuk kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Meski sudah deklarasi, namun mantan Gubernur DKI Jakarta itu hingga kini belum menentukan siapa calon wakil presiden yang akan mendampinginya nanti.

Political Communication (Polcomm) Institute melakukan survei tingkat keterpilihan sejumlah nama, bila dijadikan sebagai cawapres Jokowi. Hasilnya, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah yang paling tinggi elektabilitasnya dengan meraih 24,08 persen.

"Untuk elektabilitas cawapres yang dipilih responden untuk mendampingi Jokowi dalam pilpres 2019, menempatkan AHY di posisi teratas," kata Direktur Polcomm Institute, Heri Budianto di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Selain AHY, juga ada nama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, di posisi kedua dengan raihan angka 20,08 persen. Kemudian disusul mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebesar 18,92 persen.

"Kemudian Muhaimin Iskandar (Ketum PKB) 10,33 persen dan Puan Maharani (Menko PMK) sebesar 6,83 persen," ujar Heri.

Heri mengungkapkan, pihaknya juga melakukan survei terkait dari kalangan mana yang paling potensial sebagai cawapres Jokowi. Menurutnya, kalangan militer paling banyak dipilih publik sebagai pasangan dari mantan Wali Kota Solo tersebut.

"Publik menilai melalui survei ini, sebaiknya latar belakang cawapres yang dipilih Jokowi adalah militer sebesar 31,65 persen, partai politik 17,96 persen, profesional 16,26 persen dan tokoh agama 13,59 persen," paparnya.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan melibatkan 1,200 responden di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka kepada responden pada 18-21 Maret 2018, dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error 2,83 persen.

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)