logo rilis

Pola Perguliran Domba Ungkit Ekonomi Peternak Cigombong
Kontributor
Kurnia Syahdan
23 April 2018, 14:10 WIB
Pola Perguliran Domba Ungkit Ekonomi Peternak Cigombong
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Domba menjadi satu dari sekian komoditas ternak dengan potensi bisnis menjanjikan.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian pun telah menghasilkan domba unggul hasil pemuliaan yang memiliki tetua dari 3 rumpun, yaitu domba lokal Sumatera dan dua rumpun domba eksotis (domba St. Croix dan domba Barbados Blackbelly dari Amerika Serikat) dengan produktivitas lebih baik dari domba lokal Sumatera.

Domba unggul ini mampu beradaptasi baik pada kondisi tropis, yaitu domba Compass Agrinak. 

Taman Teknologi Pertanian (TTP) Cigombong, Kabupaten Bogor, menjadi kawasan yang telah diintroduksikan domba Compass Agrinak, selain domba lokal Garut.  

Kawasan ini memiliki agroekosistem sangat cocok untuk pengembangan ternak domba dan minat peternak terhadap domba jenis ini juga masih sangat tinggi.

Pola bisnis yang diterapkan untuk pengembangan ternak domba di kawasan TTP Cigombong adalah pola perguliran.  

"Pengawalan Tim TTP Cigombong yang dinaungi oleh Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (Balai PATP), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian bekerjasama dengan peneliti dari Balai Penelitian Ternak, telah menunjukkan kinerja yang baik dan diharapkan dapat mempercepat pengembangan ternak domba di wilayah ini," kata Retno Sri Hartati Mulyandari, Kepala Balai PATP.

Kegiatan pengembangan bisnis ternak domba diawali oleh 5 (lima) kelompok peternak (poktan) yang dibina melalui pelatihan, pemagangan dan fasilitasi infrastruktur kandang maupun sapronak secara lengkap.

Poktan Cibogo Permadani Mandiri, Bangun Loji Berkarya dan Bangkit Jaya Lestari merupakan tiga kelompok pertanian yang  terlibat secara awal dalam kegiatan pengembangan bisnis ternak domba di TTP Cigombong sejak tahun 2015.

Ketiga kelompok ini memperoleh bantuan awal masing-masing 26 ekor. 

Sedangkan poktan Mutiara Ternak Tugujaya dan Bunga Desa menyusul pada tahun 2017 dengan bantuan awal lebih sedikit, yaitu masing-masing 24 dan 15 ekor.

Kewajiban yang harus dipenuhi poktan adalah menerapkan SOP pemeliharaan ternak domba serta menggulirkan anak domba kepada peternak mandiri sebanyak 30 ekor dalam jangka waktu 2 tahun.

Sedangkan Poktan Mutiara Ternak Tugujaya dan Bunga Desa masing-masing diberi kewajiban 20 dan 15 ekor.  
Persyaratan peternak mandiri, harus memiliki keseriusan  dalam berbisnis ternak domba yang ditunjukkan dengan kemampuan dalam penyediaan hijauan pakan ternak, serta penyiapan kandang secara mandiri.

Manajer TTP Cigombong, Dede Zaenab, mengatakan sampai dengan saat ini, sudah 28 orang peternak mandiri yang memperoleh perguliran ternak domba bervariasi antara 3 hingga 4 ekor per peternak. 

Selain mendapatkan bimbingan teknis, mereka juga diwajibkan mematuhi ketentuan yang ditetapkan TTP Cigombong yaitu memelihara ternak sesuai SOP serta wajib menggulirkan 1-2 ekor, sehingga akan tumbuh peternak-peternak mandiri yang baru. 

Populasi ternak domba sebanyak 117 ekor yang semula dipelihara oleh 5 poktan binaan TTP Cigombong, saat ini sudah mampu menggulirkan sebanyak 77 ekor. 

Secara keseluruhan, baik di poktan maupun di peternak mandiri, jumlah ternak domba sudah mencapai 284 ekor di luar kasus kematian ternak dan yang sudah dijual sebanyak 17 ekor. 

Tahun 2018, merupakan tahun peralihan pengelolaan TTP dari Balitbangtan kepada Pemda Kabupaten Bogor, yaitu kepada Dinas Perikanan dan Peternakan yang sejak tahun 2017 telah turut memperkuat program ini dengan memberi bantuan 20 ekor domba kepada 8 peternak mandiri. 

Melalui program perguliran, dari 20 ekor tersebut, saat ini sudah berkembang menjadi 35 ekor domba sehingga  semakin menambah populasi ternak domba yang dipelihara oleh masyarakat di kawasan TTP.

Peternak domba di kawasan TTP Cigombong mengakui manfaat dari hadirnya program TTP terkait sistem perguliran ternak domba ini. 

Melalui bisnis ternak domba diharapkan dapat mengungkit perekonomian keluarga, melalui wirausaha yang mandiri dan lumintu berbasis ternak ruminansia kecil yang diminati masyarakat.

Sumber: Istriningsih/Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)