logo rilis
Pokja Pemilu Luar Negeri Pastikan WNI Dapatkan Hak Pilihnya
Kontributor
Elvi R
17 April 2018, 12:08 WIB
Pokja Pemilu Luar Negeri Pastikan WNI Dapatkan Hak Pilihnya
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kelompok Kerja Pemilu Luar Negeri (Pokja PLN) memastikan warga negara Indonesia di luar negeri dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 melalui Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN).

"Insya Allah seluruh WNI di luar negeri dapat dipastikan untuk dapat menggunakan hak pilihnya di PPLN-PPLN yang sudah dibentuk," ujar Ketua Pokja PLN Wajid Fauzi, seusai mengikuti kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pemilu 2019 secara serentak, di Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Wajid menyampaikan, saat ini pihaknya telah membentuk 130 PPLN di seluruh dunia. Pembentukan PPLN ini dalam rangka peningkatan pelayanan bagi warga negara di mana pun berada.

Menurut Wajid, Pokja PLN sendiri merupakan kerja sama antara unsur Kementerian Luar Negeri RI dan KPU yang dibentuk atas dasar nota kesepahaman antara Ketua KPU dengan Kementerian Luar Negeri.

Isi kesepahaman yakni menegaskan dukungan Kementerian Luar Negeri RI dan perwakilan RI di luar negeri untuk terselenggara Pemilu 2019 beserta tahapan-tahapannya.

Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan menyampaikan, kegiatan coklit data pemilih Pemilu 2019 dilakukan KPU untuk menjamin hak politik warga negara yang sudah memiliki hak pilih.

Coklit dilaksanakan melalui video conference terhadap perwakilan RI di luar negeri, di antaranya Kota Kinabalu, Manila, Seoul, Kuala Lumpur, Sydney, New York, Den Haag, Pretoria, dan Riyadh dari 130 perwakilan RI yang melaksanakan Gerakan Coklit Serentak.

Gerakan Coklit Serentak juga dilaksanakan di 133 kabupaten/kota di dalam negeri bagi daerah yang tidak sedang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2018.

Sesuai Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri, daerah yang sedang menyelenggarakan pilkada tidak dilakukan coklit.

Pencocokan dan Penelitian ini akan dilakukan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih selama satu bulan mulai 17 April hingga 17 Mei 2018.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)