logo rilis
PM Malaysia Potong Gaji Menterinya, Jokowi Berani?
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
24 Mei 2018, 14:39 WIB
PM Malaysia Potong Gaji Menterinya, Jokowi Berani?
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti Pusat Penelitian Politik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Raharjo Jati, mengatakan kebijakan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad soal pemotongan gaji menteri di kabinetnya untuk mengurangi utang negara, masih sulit diterapkan di Indonesia. 

Pasalnya, kata dia, partai politik pendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla pasti akan bereaksi keras bila para menterinya yang duduk di Kabinet Kerja itu dipotong gajinya. 

"Itu akan menimbulkan resistensi dari partai yang kadernya jadi menteri di kabinet," kata Wasisto kepada rilis.id, Kamis (24/5/2018). 

Wasisto menjelaskan, para menteri yang duduk di Kabinet Jokowi itu menjadi salah satu sumber pemasukan dana bagi parpolnya masing-masing. Karena, ujar dia, para menteri itu sudah pasti menyumbang sebagian dari penghasilannya sebagai menteri untuk operasional partainya. 

"Saya kira Jokowi mempertimbangkan hal ini. Dan itu sudah pasti, dan Jokowi juga sadar betul," ujarnya. 

Wasisto menyebut, gaji menteri memang menjadi salah satu yang memakan banyak anggaran negara. Namun, imbuhnya, keharmonisan Jokowi dengan parpol-parpol pendukungnya menjadi pertimbangan utama dalam memutuskan suatu kebijakan. 

"Ini lebih bagaimana membangun harmoni dengan partai saja," paparnya. 

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Rabu, 23 Mei kemarin, mengumumkan pemotongan gaji 10 persen untuk para menteri di kabinetnya dalam upaya mengendalikan pengeluaran negara.

Keputusan itu diambil mengingat pemerintah Mahathir "mewarisi" akumulasi utang pemerintahan sebelumnya yang melampaui lebih dari satu triliun ringgit (US$251,5 miliar).

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


500
komentar (0)