logo rilis
PKS Senang Jokowi Komentari Kaus #2019GantiPresiden
Kontributor
Nailin In Saroh
10 April 2018, 14:45 WIB
PKS Senang Jokowi Komentari Kaus #2019GantiPresiden
Mardani Ali Sera. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, mengaku sangat tersanjung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengomentari kaus #2019GantiPresiden. Menurutnya, presiden memberikan perhatian besar pada gerakan itu.

Lagipula, kata dia, Jokowi seharusnya tak perlu takut dengan gerakan tersebut jika sudah merasa menunaikan semua janji kampanyenya.
 
"Kaus dikomentari presiden keren. Pak Jokowi enggak usah takut kalau masyarakat merasakan pemerintah itu memenuhi semua janjinya, menunaikan semua kewajibannya memberikan kenyamanan kepada masyarakat," ujar Mardani saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/4/2018).
 
"Kalau janji enggak dipenuhi, kemudian prestasi biasa, kehidupan dikatakan lebih buruk dari pada sebelumnya, ini kan jadi bola salju besar," tambahnya.
 
Mardani pun menjelaskan, hadirnya kaus yang bertuliskan #2019GantiPresiden adalah sebuah bentuk penyampaian publik guna menyambut pesta demokrasi Pemilu 2019 mendatang.
 
"Jadi gini, kaus itu cuma media penyampaian apa, publik mind-nya ruang publik, hatinya publik lah," jelasnya.

Ia menyebut pertama kalinya Jokowi sangat antusias mengomentari sebuah kaos. "Kalau kami malah senang keluarkan semua kemampuan yang terbaik, dan hadapi semua gitu ketimbang naik motor, enakan yang itu saya dari pada yang itu," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi tak mau ambil pusing dengan gerakan di media sosial mengenai #2019GantiPresiden yang belakangan mencuat. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyindir dengan menyebut kaus tersebut tidak dapat memengaruhi pergantian kepemimpinan.

"Sekarang isunya ganti lagi, isu kaus. Ganti presiden 2019. Ya kan? Pakai kaus. Masak kaus bisa ganti presiden," kata Jokowi di Bogor, Sabtu (7/4) kemarin.

Ia menegaskan, pergantian presiden hanya bisa dilakukan oleh rakyat dan kehendak Tuhan. Menurutnya, kaus tak bisa mendorong pergantian presiden.

"Yang bisa ganti presiden itu rakyat. Kalau rakyat itu berkehendak, ya bisa, tapi kalau rakyat tidak mau, ya tidak bisa," tegasnya.

Editor: Sukma Alam


500
komentar (0)