logo rilis

PKS Nilai Kritik Prabowo Sesuai Fakta di Lapangan
Kontributor
Nailin In Saroh
21 Juni 2018, 14:05 WIB
PKS Nilai Kritik Prabowo Sesuai Fakta di Lapangan
Mardani Ali Sera. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai, kritik yang disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terhadap kondisi nasional sangat berdasarkan fakta. 

Khususnya terkait ekonomi Indonesia. Sebab, kata dia, target tujuh persen pertumbuhan ekonomi Indonesia belum bisa tercapai.

"Kritik Pak Prabowo punya fakta yang kuat. Target tujuh persen pertumbuhan ekonomi tidak tercapai. Malah hutang yang meningkat plus proyek infrastruktur yang tidak berdampak pada ekonomi riil," ujar Mardani saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (21/6/2018).

Selain itu, menurutnya, saat ini juga banyak penurunan dari beberapa sektor ekonomi Indonesia. Mulai dari sektor konstruksi hingga impor.

"Belum lagi dengan kebijakan impor yang merusak strategi jangka panjang ketahanan pangan kita," terang Mardani.

Wakil Ketua Komisi II DPR ini juga menambahkan kritik soal sistem hukum di Indonesia. Mardani mengatakan, keadilan hukum juga belum berjalan dengan baik. Salah satunya, orang yang punya uang biasanya akan mendapat perlindungan hukum.

"Sinyalemen yang menyatakan yang punya uang berkuasa nampak nyata dari hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. ICW merelease laporan bahwa rerata hukuman untuk koruptor berkurang," tukasnya.

Sebelumnya, Prabowo memberikan pidato politiknya kepada seluruh kader Gerindra, Rabu (20/6) malam. Pidato itu disampaikan melalui live streaming Facebook kurang lebih selama tiga puluh menit.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa arah bangsa Indonesia saat ini sudah melenceng dari Pancasila dan UUD 1945. Prabowo lebih menekankan kepada persoalan ekonomi yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

Prabowo menilai, bangsa Indonesia saat ini tidak setia terhadap apa yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Menurut dia, Pancasila hanya sekadar jadi jargon saja, tapi tidak diamalkan untuk membangun negeri ini.

"Apa yang menjadi pusat perhatian Gerindra dari awal saya dan Gerindra melihat bahwa arah kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini berada di arah dan alur yang salah. Saya berpandangan berkeyakinan bahwa sistem bernegara sistem politik dan sistem ekonomi bangsa kita berada di jalur yang menyimpang. Menyimpang dari apa? Menyimpang dari rencana dan rencana cetak biru yang dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945," kata Prabowo.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)