logo rilis

PKS: Kita Belum Tahu Cawapres Sipil Pendamping Prabowo
Kontributor
Nailin In Saroh
27 Maret 2018, 17:54 WIB
PKS: Kita Belum Tahu Cawapres Sipil Pendamping Prabowo
Prabowo Subianto . FOTO: RILIS.ID/ Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil, mengaku belum mengetahui tiga nama kandidat dari kalangan sipil yang disebut Gerindra sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Belum, kita belum tahu siapa yang dimaksud dari sipil itu. Ini kan masih gelap juga semuanya, lampu penerangan belum ada," ujar Nasir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Nasir menilai wajar jika Prabowo mesti didampingi kalangan sipil. Namun demikian, nantinya jangan sampai ada dikotomi antara militer dan sipil.

"Kalau misalnya Pak Prabowo militer, tentu ya Pak Prabowo itu akan menginginkan wakilnya itu orang sipil. Nah, tapi apa masih relevan juga mendikotomikan latar belakang sipil dan latar belakang militer, atau sebagainya," kata Nasir.

Sementara, disinggung soal 9 nama yang diajukan PKS terkait cawapres, Nasir mengaku masih dalam penggodokan. Kesembilan kader internal yang digadang-gadang PKS untuk maju di pilpres itu adalah Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, dan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.
 
Kemudian ada nama Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al'Jufrie, Mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS, Al Muzammil Yusuf dan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera hingga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

"Soal nama yang diambil PKS belum tahu karena semuanya kan masih dalam penggodokan. Kalau PKS kan ada 9 bacapres. Nah nanti dari 9 mengerucut berapa tapi belum tahu," ungkap Nasir.

Nasir menambahkan, meski dalam koalisi harus dipisahkan antara Pilpres dan pileg. Namun paling tidak dalam tiga bulan kedepan parpol harus sudah memilih nama para calon untuk meningkatkan elektabilitas partainya. 

"Sehingga kemudian ini akan berpengaruh hasil pileg tersebut. Jadi misalnya calon presidennya oke, itu akan memberikan tambahan suara bagi partai dan orang yang dicalegkan dalam pileg itu sendiri," bebernya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)