logo rilis

PKS Kecam Keras Aksi Serangan Tentara Israel di Gaza
Kontributor
Sukma Alam
03 April 2018, 06:16 WIB
PKS Kecam Keras Aksi Serangan Tentara Israel di Gaza
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Fraksi PKS, Sukamta, mengecam keras aksi Israel yang menewaskan 15 warga dan mencederai lebih dari 1.000 orang lainnya saat kegiatan pawai untuk memperingati Hari Tanah Palestina di perbatasan Gaza.

"Kabar yang kami dapatkan, aksi warga Gaza yang dihadiri puluhan ribu orang ini dilakukan secara damai untuk memperingati Hari Tanah Palestina, hari penyitaan tanah milik warga Palestina pada 1976 silam. Namun kemudian kerumunan aksi ditembaki secara membabi buta oleh pihak keamanan Israel. Ini jelas tindakan keji, karena penembakan dilakukan kepada warga sipil yang melaksanakan aksi damai," ujar Sukamta dalam keterangan pers PKS, Selasa (3/4/2018).

Anggota Komisi I DPR RI ini berharap, PBB segera melakukan tindakan nyata untuk menekan pihak Isreal menghentikan kekerasan di Gaza. PBB juga perlu menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan atas tindakan keji yang jelas-jelas berindikasi pelanggaran HAM berat. 

Ia mengharapkan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk segera melakukan sidang darurat membahas situasi terkini di Gaza. Hal ini penting dilakukan sebagai upaya menjaga situasi di internal Palestina tetap kondusif.

"Kami berharap pemerintah Indonesia melalui Kemenlu untuk mengambil inisiatif mendorong pertemuan darurat OKI. OKI juga perlu membuat langkah konkret untuk membantu rakyat Palestina di wilayah Gaza yang hingga saat ini masih terisolir," tuturnya.

"Kami juga berharap seluruh ummat Islam di Indonesia untuk melakukan aksi konkret secara bersama-sama sebagai bentuk simpati atas tragedi yang menimpa warga Gaza," tambah Anggota DPR asal DIY tersebut.

Seperti diberitakan, tentara Israel menyerang warga Palestina yang melakukan aksi demontrasi di perbatasan Gaza dan Israel, Jumat (30/3) kemarin. Akibat serangan tersebut, sedikitnya tujuh warga tewas dan ratusan lainnya luka-luka.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)