logo rilis

PKS: Gugatan BPN Prabowo-Sandi, Cerminan Suara Keadilan Rakyat
Kontributor
Nailin In Saroh
16 Juni 2019, 16:30 WIB
PKS: Gugatan BPN Prabowo-Sandi, Cerminan Suara Keadilan Rakyat
Ilustrasi Presiden PKS, Sohibul Iman.

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman meminta Mahkamah Konstitusi bersikap adil dan negarawan dalam menangani persidangan gugatan PHPU Pilpres 2019. Sebab, kata dia, substansi gugatan BPN Prabowo-Sandi itu merupakan cerminan dari suara keadilan rakyat Indonesia.

"Substansi gugatan BPN Prabowo Sandi merupakan cerminan suara hati rakyat Indonesia yang menginginkan tegaknya keadilan dan kejujuran dalam Pilpres 2019. Semoga MK menangkap pesan tersebut," ujar Sohibul dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/6/2019).

Selain pilpres, Sohibul juga berharap, MK dapat mewujudkan sikap negarawan dalam memutus gugatan sengketa Pemilu Calon Anggota DPR dan DPRD.

“Sikap negarawan MK terwujud di satu sisi dengan menjadi penjaga konstitusi, dan di sisi lain mampu membaca dan menyerap aspirasi rakyat, kemudian menemukan terobosan hukum untuk memenuhi rasa keadilan rakyat,” terangnya.

Mantan wakil ketua DPR RI ini mengapresiasi pidato pembukaaan Ketua MK yang menegaskan bahwa sidang MK tidak hanya disaksikan oleh jutaan rakyat, tapi juga disaksikan Tuhan.

“Rakyat Indonesia tentu berharap sikap ihsan (merasa diawasi Allah) ini dapat memberikan kemenangan bagi keadilan dan kejujuran," katanya.

Sohibul menegaskan bahwa PKS konsisten bersama Prabowo-Sandi untuk menempuh jalur konstitusional melalui gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

"Sebagai bagian dari anggota Koalisi Adil Makmur, PKS konsisten bersama Prabowo-Sandi menuntaskan perjuangan secara legal dan konstitusional melalui gugatan ke MK," tutur mantan rektor Universitas Paramadina ini.

Sohibul menyerukan kepada seluruh pendukung 02 untuk terus proaktif mengawal jalannya persidangan ini dengan tertib.

"Mari kita kawal terus perjuangan ini hingga tuntas. Tetap lakukan pengawalan dalam koridor hukum dan aturan yang berlaku," tutupnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID