logo rilis
PKS dan PDIP Adu Strategi, Canggih Mana?
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
30 Mei 2018, 04:03 WIB
PKS dan PDIP Adu Strategi, Canggih Mana?
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Bandung— Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), mengincar kemenangan pada waktu-waktu akhir atau injury time.

Ketua Tim Pemenangan Pasangan "Asyik", Haru Suandharu, mengatakan hasil beberapa survei, masyarakat itu menentukan pilihannya itu terbagi dalam empat fase. Yakni, kampanye, seminggu sebelum pemilihan, lalu masa tenang dan hari H.

"Yang bahaya tuh kan goal pada masa injury time. Kami incar itu," Haru Suandharu saat dihubungi wartawan, Selasa (29/5/2018) malam.

Haru menuturkan, partainya yakni PKS, selama ini sudah biasa tidak menjadi unggulan dalam mengusung calon kepala daerah. Namun, para kompetitornya kerap mengawasi pergerakan kader dan strategi pemenangan yang dipakai dalam pesta demokrasi.

Indikatornya, kata dia, dalam setiap hasil lembaga survei, pasangan calon kepala daerah yang diusung oleh PKS jarang berada di posisi teratas.

Seperti survei terbaru Pilgub Jabar dari Litbang Kompas yang dilakukan tanggal 10-15 Mei 2018, Pasangan "Asyik" berada pada posisi ketiga dengan tingkat elektabilitas 11,4 persen.

"Kami memang enggak pernah nomor satu. Enggak dianggap, yang diunggulkan itu pasangan lain. Ya, enggak apa-apa lah, mending begitu, tapi nanti menang," katanya.

Diakuinya, tim di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga desa saat ini sudah tancap gas untuk memenangkan Pasangan Asyik. Pun para pesaingnya merasakan potensi dan kekuatan besar yang dimiliki PKS serta koalisi parpol.

Dia memberikan bocoran bahwa Pasangan Asyik sudah didukung oleh 14 ormas Islam dan mereka sudah menggaransi akan jalan tanpa paksaan menyosialisasikan Pasangan Asyik.

Strategi Khusus
PDI Perjuangan sebagai partai pengusung pasangan Cagub dan Cawagub, Tb Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah), pun menyiapkan strategi khusus untuk menang di Pilgub Jabar.

"Sebulan menjelang Pilgub Jabar, tentunya kami sudah menyiapkan strategi untuk pemenangan Pasangan Hasanah di Pilgub Jawa Barat 2018," kata Wakil Sekjen DPP PDIP, Eurico Sotarduga.

Eurico mengatakan, PDIP dan tim sukses Pasangan "Hasanah" akan memaksimalkan strategi trisula, di mana konsep ini dinilai efektif mengatrol suara pasangan calon tersebut.

"Kita sangat bersyukur hasil survei terakhir Hasanah naik drastis. Sekarang elektabilitasnya di kisaran 20 persenan. Itu karena strategi trisula yang kita punya," ujarnya.

Strategi trisula sendiri, pertama memaksimalkan seluruh struktural partai termasuk di dalamnya fraksi, anggota DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota hingga pengurus ranting.

Strategi yang kedua, dengan memaksimalkan sayap-sayap partai seperti Banteng Muda Indonesia (BMI) untuk menggarap generasi milenial melalui media sosial. Dan, yang ketiga dengan menggarap komunitas, relawan hingga kelompok profesi dan hobi.

"Jadi seluruhnya bergerak bersama-sama. Kita meyakini dengan konsep trisula ini sangat efektif karena sebesar 30-35 persen adalah kaum milenial. Harapan kami minimal kami dapat 50 persen dari kaum milenial," kata Eurico.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)