logo rilis

PKB Kayaknya Enggak Bakal Dukung Angket Pj Gubernur
Kontributor
Nailin In Saroh
21 Juni 2018, 15:55 WIB
PKB Kayaknya Enggak Bakal Dukung Angket Pj Gubernur
Mendagri Tjahjo Kumolo bersama Pj Gubernur Jabar, Iwan Bule. FOTO: Dok Kemendagri.

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Fraksi PKB di DPR, Cucun Ahmad Syamsurizal, mengungkapkan, fraksinya belum memutuskan sikap soal usulan hak angket terkait penunjukkan Komjen Pol M Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat. Hal ini tentu harus dibicarakan dengan fraksi lain.

"Karena perjalanan di DPR itu kan biasa bargaining berjalan. Demokrat biasa selalu berbeda dari keputusan-keputusan kan. Nanti kita ngobrol dengan fraksi-fraksi yang lain. Kalau sampai sekarang ini PKB belum mendukung angket dulu ya," ujar Cucun di Jakarta, Kamis (21/6/2018).

Cucun mengatakan, Fraksinya lebih setuju jika DPR memanggil Mendagri Tjahjo Kumolo terlebih dahulu untuk meminta keterangan soal kebijakan melantik Iriawan atau akrab disapa Iwan Bule sebagai Pj Gubernur Jabar, sebelum menggulirkan hak angket.

"Setelah itu baru kita putuskan. Kita sudah perintahkan pimpinan komisi II yang dari PKB untuk segera melayangkan surat dari komisi II ke Kemendagri," terangnya.

Namun usai pemanggilan Mendagri, tak lantas PKB mendukung hak angket. Pihaknya, juga masih melihat perkembangan dan akan berkoordinasi dengan fraksi-fraksi lain terkait keputusan pengguliran angket tersebut.

Terlebih, koordinasi akan dikhususkan dengan Fraksi Partai Demokrat yang menjadi inisiator pertama hak angket. Cucun menilai, itu menjadi salah satu yang menjadi pertimbangan fraksinya adalah tawaran-tawaran politik antar fraksi di DPR. 

"Kita lihat perkembangan karena itu kan update. Juga selama ini koordinasi antara Fraksi Demokrat dengan lain-lain. Kadang juga Demokrat kalau dimintai angket lain dia kadang enggak ikut. Itu kan bagian bargaining politik di DPR, " pungkasnya. 

Menurut informasi, usulan hak angket tersebut sudah disetujui oleh beberapa fraksi seperti Demokrat, Gerindra dan PKS. Bahkan NasDem juga menyatakan mendorong hak angket.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)