logo rilis
Pimpinan DPR Sebut Pelemahan Rupiah Bisa Berdampak Politis
Kontributor
Nailin In Saroh
09 Mei 2018, 23:03 WIB
Pimpinan DPR Sebut Pelemahan Rupiah Bisa Berdampak Politis
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, mendesak Pemerintah dan Bank Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret strategis untuk mengatasi anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Sebab, pelemahan mata uang Garuda bisa mengarah ke dampak politis.

“Semakin hari, kurs rupiah semakin melemah. Kita berharap jangan sampai tembus ke angka Rp15 ribu, dalam kaitan menghadapi dolar AS. Kementerian terkait dan BI harus mengambil langkah konkret, dengan menstabilkan nilai kurs. Fundamental ekonomi kita harus diperkuat, agar Rupiah semakin menguat,” ujar Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Waketum DPP PAN itu menilai, jika rupiah semakin melemah, dampaknya akan semakin terasa bagi negara dan pelaku usaha. Khususnya, pelaku usaha yang menggunakan bahan baku impor akan keberatan, karena transaksinya menggunakan Dolar. 

Sementara dampak terhadap negara, akan terjadi pembengkakan kewajiban membayar utang luar negeri Indonesia hingga Rp5,5 triliun.

“Selisih pembengkakan ini cukup tinggi, bahkan hingga Rp5,5 triliun. Dengan begitu, ruang fiskal kita semakin sempit, hanya karena perbedaan kurs itu. Walaupun di satu sisi kita bisa membayar utang jatuh tempo. Negara dan BI diharapkan hadir untuk menstabilisasi kurs ini, jangan sampai tembus Rp15 ribu,” beber Taufik.

Diketahui, kurs rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Rabu (9/5/2018), spot dibuka melemah 33 poin ke Rp14.085. Sementara itu, nilai tukar rupiah berakhir melemah 51 poin atau 0,36 persen di Rp14.052 per dolar AS, seiring pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan Selasa (8/5/2018).

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)