logo rilis
Pimpinan DPR Harap Anwar Usman Jaga Marwah MK
Kontributor
Sukardjito
03 April 2018, 13:39 WIB
Pimpinan DPR Harap Anwar Usman Jaga Marwah MK
Anwar Usman Dilantik Jadi Ketua MK. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, menilai, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman memiliki tantangan untuk mengembalikan kepercayaan publik sehingga dapat mengangkat marwah lembaga negara tersebut.

"Saya ucapkan selamat kepada Anwar Usman. Tentu kita berharap, beliau dapat menjawab berbagai tantangan yang dihadapi MK selama ini, salah satunya mengembalikan kepercayaan publik," kata Taufik di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Taufik menilai, integritas hakim konstitusi juga diharapkan terjaga, dan meningkat dibawah kepemimpinan Anwar Usman.

Taufik secara khusus menyoroti mengenai integritas dan kredibilitas hakim konstitusi sehingga dirinya berharap ke depannya, para hakim konstitusi tidak melakukan pelanggaran kode etik, yang berimbas pada kepercayaan publik.

"Pelaksanaan Pilkada 2018, Pilpres dan Pileg 2019 akan menjadi tantangan MK di bawah kepempinan Anwar Usman," ujarnya.

Taufik menilai integritas MK akan sangat terlihat pada Pilkada dan Pemilu, karena akan ada gugatan-gugatan ke lembaga tersebut sehingga dirinya berharap MK dapat menjaga dan meningkatkan integritasnya.

Sebelumnya, Hakim Konstitusi Anwar Usman terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) untuk jabatan periode 2018 hingga 2020, menggantikan Arief Hidayat yang telah nabis masa jabatannya.

Keputusan Pemilihan Ketua MK ini diambil dengan voting berdasarkan suara terbanyak dalam Rapat Pleno Hakim Konstitusi (RPH) yang terbuka untuk umum.

"Berdasarkan hasil voting ini, maka ditetapkan Yang Mulia Hakim Konstitusi Anwar Usman sebagai Ketua MK terpilih periode 2018 hingga 2020," ujar Anwar Usman yang juga memimpin jalannya RPH di Gedung MK Jakarta, Senin (2/4).

Dari voting tersebut muncul dua nama Hakim Konstitusi yaitu Anwar Usman dan Suhartoyo.

Hasil voting tersebut adalah, Hakim Konstitusi Anwar Usman mendapat lima suara dan Hakim Konstitusi Suhartoyo mendapatkan empat suara.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)