Home » Peristiwa » Nasional

Pilpres 2019 Pertarungan Populisme Jokowi versus Populisme Prabowo?

print this page Jumat, 12/1/2018 | 17:49

Pengamat komunikasi politik UGM Nyarwi Ahmad dalam forum diskusi #RILISCorner. FOTO: RILIS.ID/Yayat R Cipasang

RILIS.ID, Jakarta— Sejumlah lembaga survei sudah merilis, dua tokoh nasional Jokowi dan Prabowo Subianto, akan head to head dalam Pilpres 2019. Namun siapa yang benar-benar unggul, masih harus diuji dalam Pemilu yang akan menampilkan dua narasi populisme yang saling bertolak belakang.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Gadjah Mada Nyarwi Ahmad mengamini, kemungkinan Pilpres 2019 akan menjadi arena pertarungan dua gelombang populisme yakni, populisme agama dan populisme sosialisme.

"Sebenarnya kalau menggunakan populisme agama, dua-duanya sangat berat. Tidak akan nendang. Prabowo okelah misalnya dengan PKS tetapi keluarga dan latarbelakang keagamaan dia kan orang sudah pada tahu. Begitu juga dengan Jokowi. Kalau menggunakan populisme agama, orang juga akan melihat latar belakang dia seperti apa," kata Nyarwi dalam forum diskusi #RilisCorner di Graha rilis.id, Pejaten Raya, Jakarta Selatan (12/1/2018).

Pertarungan memanfaatkan dua gelombang tersebut, jelas Nyarwi, akan mengulang narasi Pilpres 2014. "Saya khawatirkan kasusnya akan terjadi lagi pada Pilpres 2019. Yang terjadi sentimen kelas," ujar Doktor jebolan Bournemouth University Inggris ini.

Isu sosialisme, lanjut Nyarwi, pada Jokowi bekerja atau tepatnya berhasil. Jokowi dipersepsi publik sebagai bukan elite, bukan orang kaya, Jokowi itu tukang kayu, orang biasa, tetangga dekat, pakai kaos dan bisa disapa di jalan.

"Tapi isu itu bagi Prabowo tidak bisa. Bagaimana pun caranya tidak bisa," beber Nyarwi.

Untuk menandinginya, hemat Nyarwi, Prabowo dapat bermain pada isu antipopulisme. Kalau mainnya di tataran populisme, malah akan tergerus dan kalah bersaing dengan Jokowi.

Ia mencontohkan, narasi antipopulisme itu kira-kira dengan membuat frame kampanye yang menggiring opini publik pada logika, jika negara dipimpin Jokowi, maka akan rusak. 

Penulis Yayat R Cipasang

Tags:

pilpres 2019 pemilu 2019 jokowi prabowo subiantopopulisme populisme islam