logo rilis
Pilpres 2019, Pengamat LIPI Sebut AHY Belum Mumpuni
Kontributor
Nailin In Saroh
14 Maret 2018, 09:10 WIB
Pilpres 2019, Pengamat LIPI Sebut AHY Belum Mumpuni
AHY. FOTO: Instagram AHY

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Raharjo Jati, menilai, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum mumpuni untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2019. Apalagi, menjadi pendamping calon petahana Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, selain masih muda dan belum memiliki pengalaman, karir militernya yang sempat terhenti di tengah jalan juga menjadi pertimbangan publik. Sebab biasanya, hanya militer perwira tinggi lah menjadi pejabat tinggi negara.

"Publik menilai bahwa pejabat berlatar belakang militer adalah sosok mantan perwira tinggi satuan. Itu pola pakem," ujar Wasisto kepada rilis.id di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

"Ini kan AHY belum tuntas karir militernya. Bagi sebagian publik akan menilai belum tuntas pengabdian, belum teruji kemampuan, apa aji mumpung? Penilaian sumir bisa terjadi," sambung dia.

Menurut Wasisto, AHY lebih bagus muncul dulu di 2024 sebagai kepala daerah, bahkan bisa menduduki kursi menteri. Jika ingin melanjutkan pencalonan cawapres ke depan. 

"Saya pikir AHY bagusnya mulai muncul 2024. Sebagai kepala daerah atau menteri boleh lah. Tapi cawapres jangan dulu lah masih terlalu dini, karena belum teruji dilapangan," terangnya.

Sementara, untuk potensi Ketua Umum, AHY pun harus meningkatkan kemampuan lobi politik. Agar minimal dapat menyamakan kedudukan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kecenderungan partai di Indonesia kan individu tergantung klan. Boleh lah AHY jadi ketum karena mengusung keluarga Yudhoyono. Tapi bukan jaminan juga, kan partai dinamis. Dan kemampuan mendanai partai, apakah AHY bisa menyamai kemampuan finansial ayahnya?" tandasnya.


 

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)