Home » Elektoral

Pilkada 2018, Duplikasi Tren Konflik Setahun Sebelumnya

print this page Rabu, 8/11/2017 | 09:52

Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Eksekutif Rumah Bebas Konflik (Rubik), Abdul Ghofur, menilai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 masih dibayangi konflik Pilkada sebelumnya.

Dia melihat, pola konflik yang terjadi pada pilkada 2017 memungkinkan diduplikasi agar memperoleh kemenangan.

"Duplikasi tren konflik Pilkada serentak 2017," kata Abdul Ghofur pada diskusi publik bertajuk "Potensi Konflik Pilkada Serentak 2018" di Kantor KPU Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (7/11/2017).

Lagi pula, Pilkada serentak pada 2018, kata Ghofur punya irisan dalam kontestasi besar setelahnya yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) dan pemilihan anggota legisatif (Pileg) 2019.

Menurutnya, peserta pemilih yang memilih pada Pilkada 2018 juga akan digarap dalam Pilpres 2019 juga. Irisan itu memungkinkan potensi konflik semakin tajam.

"Pilkada serentak 2018 beririsan dengan tahapan pelaksanaan pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum Presiden 2019," pungkasnya. 

Pola konflik tidak hanya melibatkan antar pendukung partai politik. Bahkan penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu juga berpotensi mengalami gesekan seperti pada Pilkada sebelumnya memungkin terulang kembali.

Penulis Armidis Fahmi
Editor Syahrul Munir

Tags:

Pilkada SerentakPilkada 2018Konflik Pilkada

loading...