logo rilis
Pilih Romy Jadi Cawapres, Ini yang Patut Diperhitungkan Jokowi
Kontributor
Nailin In Saroh
20 Maret 2018, 15:44 WIB
Pilih Romy Jadi Cawapres, Ini yang Patut Diperhitungkan Jokowi
Presiden RI Jokowi. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Panji Anugrah Permana mengatakan, PPP memiliki tawaran cukup tinggi untuk mengajukan calon wakil presiden. Termasuk, menyodorkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romy) sebagai pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019 nanti.

"Posisi bargaining (tawar) yang cukup tinggi kalau dilihat dari sisi pembelahan secara sosiologis pemilih. Jokowi dianggap representasi dari kaum nasionalis dari PDIP. PPP sebaliknya, ingin merepresentasikan dari kaum santri. Baik modernis maupun santris," ujar Panji kepada rilis.id di Jakarta, Selasa (20/3/2018). 

Panji mengungkapkan, PPP mempunyai sejarah dua kelompok tersebut, antara parmusi dan NU. Ketika pada masa Orde Baru dua faksi ini yang membesarkan PPP. 

"Jadi sebagai representasi kalangan Islam, yang cukup besar tentu PPP merasa punya kans untuk masuk ke situ. Tapi juga belum tentu, lagi-lagi kan ini bukan masalah representasi sosiologis orang atau partai itu. Apakah Romy bisa bantu mendorong misalnya elektabiltas Jokowi atau enggak? Masih banyak faktor," jelasnya.

Kemudian, representasi Islam menjadi pertimbangan dari Jokowi untuk melihat bakal cawapres. Namun, kata dia, jangan dilupakan juga figur menjadi penting. 

"Jadi, bukan hanya representasi kalangan tapi figur. Apakah cukup disukai publik atau cenderung akan dipilih publik atau tidak," tuturnya.

"Mungkin Romy punya kelebihan dia pemimpin muda dari representasi Islam dan sebagainya. Tapi mungkin dilihat juga dari dimensi lain. Misalnya kapasitas, pengalaman track record di eksekutif. Dia mengendalikan partai punya peluang lebih besar mencalonkan diri karena ketum partai. Tapi mungkin kalau dari sisi pemilih mungkin pengalaman dia pernah di eksekutif atau legislatif. Jadi banyak variabel, belum bisa diprediksi yang bisa dampingi Jokowi," bebernya. 

Selain itu, tambah Panji, secara politis duet dengan figur santri adalah untuk menangkal isu-isu yang kerap kali merugikan Jokowi karena dianggap macam-macam pada Pemilu 2014.

"Saya kira pertimbangan itu ada tinggal pilih figurnya yang mana. Tapi kalau kans, sekarang masih sangat prematur. Sebetulnya, sudah masanya tapi kalau dilihat sekarang tentu ada tim yang membicarakan mendiskusikan ini," tandasnya.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)