logo rilis

Pilgub Sumut Bakal Keras dan Tajam
Kontributor
Nailin In Saroh
23 Maret 2018, 21:21 WIB
Pilgub Sumut Bakal Keras dan Tajam
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari (kanan) menjelaskan hasil survey saat diskusi serta rilis survey Konstelasi Politik Sumatera Utara, di Jakarta, Jumat (23/3/2018). Dalam acara tersebut dipaparkan hasil elektabilitas calon Gubernur di Pilgub Sumatera Utara 2018. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Indo Barometer merilis survei permasalahan dan konstelasi politik Sumatra Utara 2018. Pilgub Sumut berlangsung ketat. Bahkan, dinilai bakal berlangsung keras, dan tajam. 

Hal ini mengingat tingkat elektabilitas, dan pengenalan terhadap Djarot Saiful Hidayat versus Edy Rahmayadi berbeda sangat tipis

"Dalam situasi seperti ini biasanya pertarungan politik di lapangan menjadi keras dan tajam," papar Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari saat merilis survei di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Dari hasil survei, Djarot Saiful Hidayat memperoleh dukungan sebesar 27,8 persen. Bersaing ketat dengan Edy Rahmayadi yang memperoleh dukungan 27,496 persen, disusul JR. Saragih 9,4 persen. Pemilih yang menyatakan tidak akan memilih, atau belum memutuskan sebesar 35,4 persen. 

Sedangkan, tiga nama calon wakil gubernur dengan elektablitas tinggi dipegang Sihar PH Sitorus yang memperoleh dukungan sebanyak 19,1 persen. Selisih tipis dengan Musa Rajekshah yang memperoleh dukungan 18,496 persen. Kemudian disusul Ance 5,3 persen, dengan undecided voter sebanyak 57,2 persen. 

Dari simulasi tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar PH Sitorus memperoleh dukungan sebesar 26 persen bersaing ketat dengan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dengan dukungan 25,8 persen. Sedangkan, pasangan JR Saragih-Ance 8,496 persen. Belum menjawab 39,8 persen.

Sedangkan, tingkat pengenalan masyarakat Sumut  terhadap Djarot Saiful Hidayat sebesar 68,4 persen, Edy Rahmayadi 62,9 persen, JR. Saragih 40,96 persen, Sihar PH Sitorus 34,796 persen, Musa Rajekshah 30,8 persen, Ance 14 persen. 

Dari nama calon yang dikenal, Djarot Saiful Hidayat disukai 70,996 persen, Edy Rahmayadi disukai 66,6 persen, dan JR. Saragih disukai 55,996 persen, Sihar PH Sitorus disukai 67,396 persen, Musa Rajekshah disukai 66,2 persen, Ance disukai 24,1 persen.

"Perlu upaya menahan diri dan manajemen konflik yang baik dari para calon, tim sukses, parpol pendukung, penyelenggara pemilu, tokoh masyarakat, dan para pemilih itu sendiri," tukasnya.

Survei dilaksanakan di 33 kabupaten/kota di Sumut pada 4-10 Februari 2018. Jumlah responden sebanyak 800 orang dengan margin of error sebesar 3,46, tingkat kepercayaan 95 persen, dan metodologi multistage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner.

Diketahui, pada Pilkada Sumatera Utara terdapat tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajakesh yang diusung Golkar, Gerindra, PKS, PAN, NasDem dan Hanura.

Pasangan JR Saragih-Ance Selian yang didukung Demokrat, PKPI dan PKB. Lalu, pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus yang diusung PDIP dan PPP.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)