Home » Elektoral

Pilgub Lampung, Pencalonan Arinal Terancam Kandas

print this page Kamis, 7/12/2017 | 18:36

Sidang lanjutan Mahkamah Partai terkait gugatan pembatalan rekomendasi Arinal Djunaedi sebagai calon gubernur Lampung, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (7/12/2017). FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Ambisi Arinal Djunaidi untuk menjadi calon gubernur (Cagub) Lampung terancam kandas di tengah jalan. Pasalnya sidang gugatan pembatalan rekomendasi Cagub Arinal, pagi tadi, berakhir buntu.

Mediasi yang dilakukan Mahkamah Partai ditolak mentah-mentah Ketua Forum Penyelamat Kewibawaan Partai Golkar Lampung (FPKPGL) Indra Karyadi, atau pemohon. Indra cs segera melayangkan surat ke KPU Lampung untuk tidak memproses pendaftaran pencalonan Arinal.

"Sejak awal hingga kapan pun kami konsisten dan kukuh tak mau berdamai. Kami tetap minta penjaringan (Cagub) sesuai Juklak 06 ," ujar Indra Karyadi saat sidang berlangsung, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Menurutnya, sidang lanjutan ini menjadi bukti kebenaran dan aturan konstitusi dalam Partai Golkar masih berjalan. DPP Golkar, katanya, tentu bersikap rasional dan taat aturan.

"Tidak bisa karena uang kemudian rekom cagub bisa diberikan begitu saja," ucapnya.

Sidang lanjutan sendiri tidak dihadiri Plt. Ketum DPP Idrus Marham, dan Ketua Harian DPP Nurdin Halid. Mereka hanya mengutus pengurus DPP lainnya. Melihat sikap kukuh Indra cs, pihak DPP selaku termohon meminta perpanjangan mediasi sampai 20 Desember 2017.

"Sidang mediasi jilid 2 akan kembali digelar tanggal 20 Desember 2017. Sembari saya memeriksa bukti-bukti kebenaran materil yang diajukan pemohon sesuai ketentuan partai," ucap Hakim Tunggal Kristina Ariani.

Sementara itu, Arinal hanya mengutus Ansyori Bangsaradin. Namun, dalam sidang Ansyori hanya menyaksikan. Selain Indra, ikut serta anggota FPKPKL Subhan Efendi, Faizil Hakim, dan Yanada.

Indra mengatakan, Golkar berbeda dengan partai lain yang ditentukan satu figur. Di Golkar keputusan tertinggi bisa dianulir melalui Mahkamah Partai.

"Inilah wujud partai modern, yang semua masalah diselesaikan melakui mekanisme dan sistem yang sudah terlembaga," paparnya.

Indra pun mengungkapkan, rendahnya elektabilitas Arinal dari berbagai hasil survei membuktikan adanya pelanggaran mekanisme dalam penjaringan Cagub. Hanya karena ambisi, kekuatan uang, dan kepentingan perusahaan, tuturnya, semua aturan ditabrak.

"Parahnya Cagub yang digadang-gadang tak menjual. Karena problem karakter personal Cagub yang akut," pungkasnya.

Penulis Eroby JF

Tags:

Pilgub LampungArinal DjunaidiPartai GolkarCagub-Cawagub Lampung