Home » Muda

PII: Generasi Milenial Tak Dapat 'Asupan' Pendidikan Politik Maksimal

print this page Selasa, 9/1/2018 | 00:23

ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Jenderal Pelajar Islam Indonesia (PII), Aris Darussalam, menilai, pendidikan politik kepada kaum milenial selama ini tak maksimal dijalankan partai politik dan penyelenggara pemilihan umum (pemilu). Yang ada, cuma sebatas peran dan fungsi partai serta penyelenggara pemilu.

"Harusnya bukan proses sosialisasi saja, tapi ada proses transformasi dan ideologisasi. Karena, kalau hanya sosialsiasi saja, tidak terlalu efektif dalam membangun kesadaran politik bernegara kepada pemilih pemula," kata Aris kepada rilis.id, di Jakarta, Senin (8/1/2018).

Transformasi dalam pendidikan politik yang dimaksudnya, ialah partai dan penyelenggara pemilu mampu menumbuhkembangkan kesadaran kritis kepada generasi milenial. Dengan begitu, mereka diharapkan tak apatis terhadap dunia politik, apalagi sampai tidak memilih atau golput pada pemilu nanti.

Selain itu, generasi milenial juga diharapkan bersikap inklusif terhadap kondisi politik. Sehingga, tak menutup kemungkinan akan lahirnya gaya politik baru yang lebih segar, positif dan saling menghormati, serta memperkuat satu sama lain.

"Sikap seperti itu, mudah-mudahan politik keteladan akan lahir pula. Tidak seperti politik Indonesia gaya lama, penuh intrik, sikut-sikutan kekuasaan," pungkasnya.

Penulis Tio Pirnando
Editor Fatah Sidik

Tags:

Partai PolitikPendidikan PolitikGenerasi MilenialPIIAris Darussalam