logo rilis

Pidato 'Games of Thrones' Dikritik Fahri Hamzah, Begini Penjelasan Jokowi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
15 Oktober 2018, 19:30 WIB
Pidato 'Games of Thrones' Dikritik Fahri Hamzah, Begini Penjelasan Jokowi
Presiden Joko Widodo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan maksud dari pidato yang ia sampaikan pada pembukaan pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali, dengan menggunakan analogi serial Games of Thrones.

Penjelasan itu disampaikan Jokowi saat menghadiri sidang terbuka senat Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, Senin (15/10/2018).

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, pidato yang ia sampaikan di forum internasional itu memuat pesan bagi dunia dan Indonesia.

Dalam konteks global, Jokowi menilai perselisihan antarnegara ekonomi maju yang terjadi saat ini berdampak buruk terhadap negara yang menang maupun kalah.

Menurut dia, saat ini satu negara besar tengah berjaya, sementara negara lain mengalami kemunduran dan kehancuran. Padahal, ketika kekuatan besar itu saling menyerang, tidak menyadari adanya ancaman yang lebih besar, seperti perubahan iklim, terorisme global dan menurunnya ekonomi global.

"Sebenarnya pesan moral utama yang ingin saya sampaikan pada saat itu adalah bahwa konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan. Penderitaan itu bukan hanya bagi negara yang mengalami kekalahan, tetapi akan menyerang kepada pemenangnya juga," kata Jokowi.

Jokowi melanjutkan, saat kemenangan sudah dirayakan dan kekalahan diratapi baru keduanya akan sadar, namun sudah terlambat. Menurutnya, kekalahan maupun kemenangan dalam perang selalu menghasilkan hal yang sama, dunia porak poranda.

"Kita tidak boleh melakukan kerusakan hanya untuk menghasilkan sebuah kemenangan, tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Selain memiliki pesan moral kepada pemimpin-pemimpin negara maju, pidato Jokowi juga membawa pesan bagi elite politik di Indonesia dalam menjalani masa Pilpres.

Melalui pidato itu, orang nomor satu di Indonesia itu ingin mengajak elite politik Tanah Air agar menjadikan kontestasi yang diwarnai kompetisi dan rivalitas itu dibangun di atas pondasi yang tidak saling menjatuhkan.

"Kontestasi tidak boleh menimbulkan kegaduhan dan permusuhan, kebencian, kedengkian, tidak saling mencela. Pondasi sosial dan politik kita berupa stabiltas dan keamanan, toleransi dan persatuan," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, memberikan kritik atas pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di acara pembukaan rapat tahunan IMF-WB tahun 2018 di Bali, yang berpidato dengan mengutip cerita fiksi Game of Thrones.

Menurut Fahri, akan jauh lebih baik jika Jokowi mengutip ucapan Presiden Pertama RI Soekarno, atau pendiri bangsa lainnya seperti Sutan Syahrir, Mohammad Natzir, ataupun Mohammad Yamin. Menurutnya orang-orang di negara lain pun melakukan hal demikian.

Ia lantas mencontohkan, orang Amerika yang mengutip George Washington atau Benjamin Franklin.

"Orang-orang di negara lain, seperti orang Amerika misalnya, orang Amerika itu yang dia kutip adalah George Washington, Franklin, yang dikutip itu mantan-mantan pemimpin dan pemikir amerika, sastrawan mereka, kebudayaan mereka, sejarawan mereka. Lah kok tiba-tiba presiden kita itu mengutip fiksi? Avengers, Winter Warriors, Game of Thrones. Itu semua fiksi, enggak ada dalam kenyataan," jelas Fahri Hamzah.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)