logo rilis

Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah, LPPNU Dukung Pembangunan Infrastruktur
Kontributor
Elvi R
20 Maret 2018, 21:20 WIB
Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah, LPPNU Dukung Pembangunan Infrastruktur
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Lembaga Pengembang Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) menyatakan dukungannya kepada pemerintah untuk fokus dalam pembangunan di daerah. Pembangunan infrastruktur yang masif dan terencana dinilai mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah nantinya.

Ketua LPPNU, Marwan Jafar mengatakan, pembangunan infrastruktur daerah menjadi kunci untuk kesejahteraan masyarakat. 

Ikhtiar pemerintah dengan melakukan pembangunan infrastruktur di daerah ini patut diapresiasi karena sudah mulai terasa saat ini,” kata Marwan dalam diskusi ‘Memperkuat Ekonomi Rakyat dan Konektivitas Antar Daerah di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Marwan menjelaskan, pembangunan infrastruktur di daerah, saat ini cukup dirasakan. Salah satunya pada pembangunan saluran irigasi, bendungan dan embung yang menunjang sektor pertanian.

“Itu sebabnya kami meminta pemerintah agar lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur di daerah. Selain mendorong tumbuhnya ekonomi bagi warga Nahdliyin dan ekonomi bangsa secara umum,” jelasnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut, anggaran yang disiapkan pemerintah untuk infrastruktur terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun ini, anggarannya telah menembus Rp410,4 triliun. Angka ini optimistis bisa meningkatkan pembangunan infrastruktur yang dapat dirasakan oleh masyarakat. 

Lebih lanjut, Marwan mengutip laporan dari Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait panjang jalan yang berhasil dibangun. Secara keseluruhan, panjang jalan yang berhasil dibangun dalam tiga tahun terakhir yaitu 2.623 kilometer. Masing-masing sepanjang 1.286 kilometer pada 2015, 559 kilometer pada 2016 dan 778 kilometer pada tahun lalu.

Selain itu, pengoptimalan dana desa pun menjadi catatan lain dalam akselerasi pembangunan infrastruktur. Dampak penggunaan dana desa ini disebut Marwan sudah terlihat dalam memperkuat ekonomi rakyat sekaligus konektivitas antardaerah.

“Desa yang awalnya sepi, kini semakin ramai setelah jalan desa dibangun. Tidak hanya ramai, infrastruktur itu juga membuat kerja para petani menjadi lebih baik,” kata Marwan.

Dr. Hermanu Triwidodo Msc, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Ketua Umum Gerakan Petani Nusantara (GPN) menilai, perhatian terhadap kedaulatan pangan tidak bisa ditawar lagi. Dia berharap pemerintah dapat mewujudkan janji Nawacita yang menginginkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik.

Yang kurang dalam gerakan pertanian saat ini, menurut Hermanu, adalah insfrastruktur politiknya. "Di mana aspirasi rakyat bisa dilakukan dan disalurkan lewat jalut politik yang belum tersambung dengan baik," katanya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)