logo rilis
Petralite Naik, IRESS: Konsumen Bisa Beralih ke Premium
Kontributor
Ainul Ghurri
26 Maret 2018, 14:18 WIB
Petralite Naik, IRESS: Konsumen Bisa Beralih ke Premium
Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara. FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menilai, kenaikan harga Petralite Rp200 per liter masih cukup aman. Ia juga mempresentasikan dengan kenaikan tersebut, belum berpotensi pada peralihan konsumsi besar-besaran ke Premium.

"Kalau naiknya signifikan mungkin ada, tapi juga harus proporsional artinya kalau naik Rp200 berapa sih porsi yang wajar kalau barang-barang dan jasa harus naik gitu," ujarnya di Jakarta, Senin (26/3/2018).

Menurutnya, saat ini masyarakat masih banyak yang mampu membeli Petralite dan Pertamax. Namun, kata Marwan, bila kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi ini naik terus menerus, ada bisa jadi konsumen beralih ke Petralite.

"Bisa saja (konsumen beralih ke Premium), kalau nanti selisihnya semakin besar dengan Premium (konsumen) jadi berbalik, misalnya minyak dunia di atas US$70 ribu per barel," ungkapnya.

Diketahui, harga minyak dunia saat ini sekitar US$68 per barel. Marwan menjelaskan, kenaikan harga Petralite bukan saja dari naiknya harga minyak dunia, namun juga berbagai faktor seperti spekulasi, psikologis, dan pemerintah tidak ikut berperan dalam mengatasi naiknya harga minyak dunia.

"Tapi juga pemerintah jangan berhenti disitu, harus punya sistem, sistem yang tepat sasaran," ujarnya.

"Selama ini, kita hanya membahas sistem subsidi yang tepat sasaran kalau harga minyak (dunia) itu sedang naik, kalau murah kita lupa, malah kita berlomba-lomba mencari simpati masyarakat kalau harga minyak dunia turun dia nurunkan harga BBM," sambungnya.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga BBM jenis Petralite Rp200 per liter pada hari Jumat (23/3) kemarin. Kenaikan ini membuat disparitas harga antar Petralite dengan Premium makin tinggi. Misalnya, harga Petralite di DKI Jakarta sebesar Rp7.800 per liter. Angka ini lebih mahal Rp1.250 per liter dari harga Premium yang dibanderol Rp6.550 per liter.

Editor: Intan Nirmala Sari


500
komentar (0)