logo rilis
Petani Indramayu dan Karawang 'Tergiur' Inovasi Gempita
Kontributor
Fatah H Sidik
11 Mei 2018, 18:45 WIB
Petani Indramayu dan Karawang 'Tergiur' Inovasi Gempita
Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) menyosialisasikan jajar legowo dan pupuk tanam plus kepada para petani di Desa Amis, Kecamatan Cikedung, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (11/5/2018). FOTO: Kornas Gempita

RILIS.ID, Indramayu— Seluas 800 hektare lahan di Indramayu dan Karawang, Jawa Barat, bakal menerapkan jajar legowo dan pupuk majemuk plus. Sebab, aplikasinya mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 12 ton per hektare.

"Ada satu desa, yakni Desa Amis, Kecamatan Cikedung. Taryadi Kepala Kuwu (Desa) beserta kelompok tani antusias ikut program ini. Lahan sawahnya 300 hektare akan di-Gempita-kan," ujar Koordinator Nasional Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita), Hasan Sufyan, di Indramayu, Jabar, Jumat (11/5/2018).

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tunggul Payung, Darsono, membenarkannya. Anggota kelompoknya antusias menerapkan inovasi tersebut, karena terbukti memangkas biaya produksi serta meningkatkan kualitas dan produktivitas. "Penggunaan aplikasi ini terbukti tahan serangan hama," tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Pendamping Program, Al Imran, berharap, penerapan inovasi yang dicanangkan Gempita tersebut menjawab persoalan produktivitas. Sehingga, memenuhi kebutuhan beras nasional.

"Saya yakin, terobosan ini bisa merubah nasib petani, karena keuntungan petani?? jauh lebih banyak," katanya.

Hasan menambahkan, Gempita menyebarluaskan inovasi sistem tanam dan perawatan tanaman itu untuk kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. Kedua poin tersebut, selaras dengan tujuan Kementerian Pertanian (Kementan).

"Mentan Amran senantiasa mendorong penderasan inovasi, guna percepat kesejahteraan petani Indonesia. Sehingga, tercapainya pangan berkualitas dengan biaya produksi yang murah, dengan hasil yang melimpah, dan berkualitas tinggi," tuntas dia.


500
komentar (0)