logo rilis

Petani Garam Probolinggo Resah Harga Anjlok Pascawacana Impor
Kontributor
Kurnia Syahdan
26 Maret 2018, 11:52 WIB
Petani Garam Probolinggo Resah Harga Anjlok Pascawacana Impor
Ilustrasi petani garam. FOTO: Instagram/@wisatarempah

RILIS.ID, Probolinggo— Wacana pemerintah melakukan impor garam pada tahun 2018 membuat gelisah petani garam di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Bahkan, wacana impor juga berdampak pada tingginya penjualan garam krosok di tingkat petani  selama beberapa pekan terakhir di wilayah setempat.

"Wacana impor garam oleh pemerintah membuat kami gelisah, sehingga banyak petani di Probolinggo beramai-ramai menjual garamnya hingga habis," kata Nasution, salah seorang petani garam di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (26/3/2018).

Menurutnya, petani garam khawatir harga akan anjlok ketika kebijakan impor garam tersebut direalisasikan. Sehingga, banyak petani yang menjual garamnya yang berada di gudang hingga habis karena harganya masih tinggi.

"Kabarnya akan ada impor garam dari Australia, sehingga petani di kelompok saya sudah menjual garam krosok sekitar 5 ton garam, bahkan garam milik saya sudah terjual habis pada pekan lalu," tuturnya.

Garam milik Nasution sebanyak 55 ton di gudang sudah dijual sejak Februari 2018 karena harga jual garam krosok di tingkat petani masih bagus yakni sekitar Rp2.500 per kilogram.

Namun, dikhawatirkan harganya turun saat kebijakan impor direalisasikan.

Ketua Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) Kabupaten Probolinggo, Buhar mengatakan, dirinya mendapat undangan rapat koordinasi oleh Pemerintah Provinsi Jatim pada Rabu (28/3) untuk membahas persoalan garam.

Di antaranya mengenai produksi garam lokal dan wacana impor garam untuk kebutuhan industri.

"Seharusnya petani tidak perlu mengkhawatirkan tentang wacana impor garam tersebut karena garam impor adalah jenis garam industri dengan kadar NaCl 97 persen, sedangkan garam konsumsi rata-rata kadar NaCl kisaran 94 persen," katanya.

Ia mengatakan, harga garam industri impor itu juga lebih mahal yakni kisaran Rp3.000 hingga Rp3.200 per kilogram karena kualitasnya bagus, sehingga diharapkan petani tidak panik dan gelisah terkait dengan impor garam industri tersebut karena harganya lebih tinggi.

Sementara Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Wahid Noor Aziz, membenarkan informasi adanya rencana impor garam dengan NaCl 97 persen untuk kalangan industri.

Namun, untuk lebih detailnya yang mengetahui tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)