logo rilis
​Peserta Lokakarya BKP Diajak ke Lokasi Pengolahan Singkong
Kontributor
Fatah H Sidik
21 Maret 2018, 22:04 WIB
​Peserta Lokakarya BKP Diajak ke Lokasi Pengolahan Singkong
Kepala Bidang Penganekaragaman Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan), Solihin. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Bogor— Peserta lokakarya "Pengembangan Pangan Lokal 2018" diajak ke sejumlah lokasi pengolahan panganan lokal di Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018). Harapannya, memiliki gambaran untuk mengembangkan aneka makanan berbasis pangan lokal.

"Karena kita fokus pada berbagai ragam olahan. Kita ingin dapat pangan yang beragam," ujar Kepala Bidang Penganekaragaman Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan), Solihin, di Bogor, ??Jabar, beberapa saat lalu.

Lokasi pertama, para peserta mengunjungi Kelompok Tani (Poktan) Setia di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga. Di sini, peserta diinformasikan Ketua Poktan Setia, Ujang, untuk mengolah singkong menjadi tepung (modified cassava flour/mocaf).

Peserta terdiri dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta Dinas Ketahanan Pangan di 13 provinsi sasaran pengembangan pangan pokok lokal (P3L).

Selanjutnya, peserta diajak ke Komunitas Singkong Bogor (Kosibo) di Kampung Ciranjang, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan. Peserta diajari membuat sejumlah makanan berbahan singkong.

Kata Ketua Kosibo, Muhamad Gozali, pihaknya memiliki 127 kreasi makanan berbahan singkong. "Lumpia, lemper, bola salju, combro," ucapnya menerangkan beberapa jenis makanan itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bogor ini menambahkan, dirinya mengembangkan panganan berbasis singkong, lantaran bahannya mudah ditemukan. "Dari umbi, kulit, batang (singkong) bisa pakai bibit lagi," lanjut dia.

(Seorang Anggota Komunitas Singkong Bogor (Kosibo) mempraktikkan pembuatan nugget dengan menggunakan bahan dasar singkong dan daging ayam. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik)

Setiap Anggota Kosibo ditugaskan untuk membuat beberapa panganan tertentu sebagai penghasilan tambahan. Jika ada yang belum, akan diberikan menu anyar.

Berbagai pangan lokal kreasi Kasibo pun sudah dijajakan, baik langsung ke masyarakat maupun ke sejumlah hotel. "Getuk lindri omzet satu motor Rp1 juta per hari," tandasnya.


500
komentar (0)