logo rilis

Pesan Susi Pudjiastuti untuk Penyelam: Jangan Hobi Injak Karang!
Kontributor
Ning Triasih
15 Juli 2018, 13:32 WIB
Pesan Susi Pudjiastuti untuk Penyelam: Jangan Hobi Injak Karang!
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengeluhkan kebiasaan penyelam yang sering menginjak terumbu karang hingga berpotensi merusak. Menurutnya, hal ini lantaran mereka kurang menguasai teknik daya apung dengan baik.

"Diving tapi hobinya injak-injak karang, seperti kerupuk saja diinjak begitu. Itu tidak boleh. Banyak yang tidak mau berenang dan mengapung," kata Susi dalam kampanye gerakan "Pandu Laut Nusantara" di acara Car Free Day Jakarta, Minggu (15/7/2018) seperti dilansir dari ANTARA.

Susi mengimbau pada para penyelam agar berperilaku baik saat di bawah laut, seperti menjaga daya apung atau buoyancy agar sepatu katak (fin) tidak mengenai terumbu karang.

Susi pun bercerita tentang pengalamannya menyelami Laut Banda yang memiliki banyak terumbu karang besar dan cantik. Namun, sayangnya banyak terumbu karang yang bolong dengan diameter sekitar 3-5 meter karena para diver berdiri di atas karang.

"Tiba-tiba ada yang bolong seperti kawah gitu, kecil-kecil diameter tiga sampai lima meter. Itu ternyata bekas anak-anak diving yang lagi briefing. Briefing-nya dalam air, semua pada berdiri, fin-nya besar-besar. Senang diving, tapi malas berenang, kan itu aneh," ujarnya.

Senada dengan susi, Vokalis Grup Band Slank Kaka juga mengatakan, para diver memang harus menguasai teknik renang dan buoyancy yang bagus, serta pengetahuan tentang menjaga laut itu sendiri.

"Harus lebih bagus lagi buoyancy-nya, jadi di air enggak ada yang berdiri, semua badannya flat. Itu bisa dilatih, karena banyak diver yang buoyancy-nya masih kacau. Kalau mau ke laut yang harus punya knowledge juga, kalau enggak, bahaya," terangnya..

Kaka pun mengajak masyarakat dari berbagai kalangan yang mencintai dan ingin belajar lebih dalam lagi tentang laut bisa bergabung dalam "Pandu Laut Nusantara" yang diresmikan KKP.

Menteri Susi resmi meluncurkan gerakan ini sebagai wadah untuk menyatukan baik aktivis, musisi, maupun masyarakat dalam menjaga dan merawat laut.

"Nanti setelah organisasi ini anggotanya lengkap, akan membersihkan pantai dari Sabang sampai Merauke. Kemudian, kegiatan lainnya juga bikin jambore, kursus pendidikan untuk berenang, menyelam, sehingga bisa mencintai dan merawat laut," tandas Susi.
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)