logo rilis
Perubahan Iklim, Balitbangtan Siapkan Ciherang Toleran Rendaman dan Kekeringan
Kontributor
Elvi R
29 Maret 2018, 19:02 WIB
Perubahan Iklim, Balitbangtan Siapkan Ciherang Toleran Rendaman dan Kekeringan
Padi Ciherang. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Upaya meningkatkan produksi padi di Indonesia kerap menghadapi berbagai masalah seperti penurunan produktivitas lahan, cekaman biotik dan abiotik, serta anomali iklim. Salah satu bentuk anomali iklim adalah kekeringan dan banjir yang disebabkan oleh perubahan pola curah hujan dan perubahan iklim.

Ancaman banjir yang semakin sering terjadi pada lahan sawah menyebabkan luas areal panen dan produksi padi berkurang. Meski padi dapat beradaptasi dengan baik di lahan berair, namun rendaman yang terjadi pada seluruh bagian tanaman dapat menimbulkan kerusakan akibat pertukaran gas dalam air lambat, serta penetrasi cahaya yang diterima tanaman lambat. Demikian juga kekeringan sebagai ancaman serius akibat anomali iklim.

Sebagai solusi dalam mempertahankan serta meningkatkan produksi padi nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menggunakan bioteknologi marka molekuler agar suatu varietas unggul baru (VUB) dapat memiliki spektrum toleransi yang lebih luas khususnya terhadap rendaman sekaligus kekeringan.  Melalui pengembangan varietas adaptif responsif pada berbagai cekaman, diharapkan padi-padi di Indonesia mampu meminimalkan ancaman gagal panen sekaligus menjamin peningkatan produksi. 

Saat ini Balitbangtan berhasil menambah karakter VUB paling populer Ciherang dengan karakter tahan rendaman atau dikenal sebagai Inpari 30 sub-1.

Peneliti biologi molekuler BB Biogen, Dr Fatimah, VUB toleran rendaman tersebut dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan ketahanan terhadap kekeringan melalui Quantitative trait locus (QTL) terkait toleran kekeringan.

"QTL ini dikembangkan dari hasil penelitian sebelumnya oleh Dr. Kurniawan R Trijatmiko. QTL tersebut diperoleh dari hasil persilangan IR64 dan Padi Cabacu asal Brazil sebagai sumber gen toleransi terhadap kekeringan," jelasnya.

Dia menyebut, Ciherang double  karakter ini tentu sangat ditunggu-tunggu petani, karena selain memiliki berbagai keunggulan dari Ciherang juga memiliki ketahanan rendaman dan kekeringan. "Karena itu, padi ini diharapkan segera diajukan untuk pelepasan, benihnya diperbanyak dan disebarkan benihnya," pungkasnya.

Sumber: (Dr. Fatimah/Balitbangtan)


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)