logo rilis
Pertemuan Bersejarah Korut-Korsel, Kim: Era Perdamaian Dimulai
Kontributor
Syahrain F.
27 April 2018, 09:45 WIB
Pertemuan Bersejarah Korut-Korsel, Kim: Era Perdamaian Dimulai
Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in bersalaman dengan posisi masing-masing berdiri di teritori negaranya menjelang pertemuan bersejarah kedua negara, hari ini (27/4/2018), di zona demiliterisasi Panmunjom. Credit: Korea Summit Press Pool via CNN

RILIS.ID, Panmunjom— "Sejarah baru bermula hari ini. Era perdamaian dimulai," tulis Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un di buku tamu Peace House, di zona demiliterisasi Panmunjom, Korea Selatan (Korsel), pagi ini (27/4/2018).

Kim, pagi ini, membuat langkah bersejarah dengan melintasi garis demarkasi (perbatasan) yang memisahkan kedua Korea sejak perang Korut-Korsel mencapai gencatan senjata pada 1953.

Langkah kecil Kim melewati garis itu tidak dipandang sekedar seremoni, namun memiliki pesan kuat bahwa kedua negara yang selama ini berada di ambang peperangan selama 65 tahun berhasil duduk untuk berdialog.

"Saat saya berjalan menuju ke sini, saya berpikir, mengapa sangat sulit untuk menuju ke sini?" ungkap Kim, melansir CNN.

"Melintasi garis pemisah ini tidak sesulit yang dibayangkan. Sangat mudah untuk melintasinya. Butuh waktu 11 tahun terlebih dahulu bagi kami untuk bisa sampai di sini," lanjut Kim.

Jika mundur ke beberapa bulan lalu, dunia internasional berada dalam kecemasan ketika rudal-rudal berkekuatan nuklir diluncurkan dari wilayah Korut menuju perairan Jepang.

Suatu tindakan agresif yang dikhawatirkan akan meluas ke negara-negara yang keras menentang Korut seperti Amerika Serikat (AS) dan sekutu.

Namun hari ini, negara-negara itu memuji pertemuan bersejarah antara Kim dengan Presiden Korsel Moon Jae-in guna membahas sejumlah isu penting, di antaranya pelucutan senjata nuklir Korut.

"Berkaitan dengan pertemuan bersejarah antara Moon dengan Kim, kami mengharapkan kebaikan bagi bangsa Korea. Kami juga berharap pertemuan itu akan menghasilkan kemajuan dalam menuju masa depan perdamaian dan kemakmuran untuk seluruh Semenanjung Korea," tulis Gedung Putih dalam pernyataannya.

Baik Kim maupun Moon masing-masing memberikan pernyataan pembuka di hadapan pers terbatas.

"Ekspektasi (terhadap pertemuan ini tinggi). Saya berharap kita bisa lebih sering bertemu untuk mencari solusi. Saya berharap dapat menulis lembaran baru untuk hubungan kita (Korut-Korsel)," ucap Kim.

"Saya percaya pertemuan kita luar biasa penting bagi kedua negara. Artinya, banyak pihak berharap pada pertemuan kita," kata Moon.

Di luar euforia harapan pada pertemuan tersebut, namun, belum jelas apakah para pemimpin mampu mencapai kesepakatan positif mengenai tujuan utama rangkaian seremoni itu, yakni pelucutan senjata nuklir Korut.


500
komentar (0)