logo rilis

Pertamina Putuskan Hubungan Usaha Pangkalan Elpiji di Sulteng 
Kontributor
Kurnia Syahdan
17 April 2018, 16:22 WIB
Pertamina Putuskan Hubungan Usaha Pangkalan Elpiji di Sulteng 
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Palu— Sebanyak 424 pangkalan resmi gas elpiji 3 kilogram di Provinsi Sulawesi Tengah terpaksa ditindak tegas dengan dilakukannya Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) oleh PT Pertamina Wilayah Sulawesi, karena tidak menaati aturan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) penjualan.

"Ini bentuk tindak tegas Pertamina terhadap pangkalan yang coba-coba melanggar aturan," tegas Sales Eksekutif V Pertamina wilayah Sulawesi Tengah, Bastian Wibowo, di Palu, Selasa (17/4/2018).

Bastian mengaku, Pertamina tidak ragu-ragu menindak pangkalan yang dengan sengaja menimbun atau menjual gas elpiji 3 kilogram bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).

Dia mencontohkan, kasus yang terjadi baru-baru ini di salah satu pangkalan beralamat di Kecamatan Pau Barat terbukti menjual gas elpiji bersubsidi, kepada salah seorang pengecer dengan jumlah yang banyak.

"Pertamina melalui agen, langsung mengambil tindakan tegas dengan memutus hubungan usaha pangkalan bersangkutan karena terbukti menjual barang bersubsidi kepada pengecer," kata Bastian menanggapi kasus tersebut.

Pemberian saksi itu, kata dia, merupakan salah satu di antara ratusan pangkalan yang melakukan upaya melanggar aturan, padahal sudah jelas disampaikan, bahwa pangkalan tidak diperbolehkan menjual gas bersubsidi kepada pihak yang tidak berhak menerima.

"Tindakan yang dilakukan pangkalan itu, dapat merugikan masyarakat. Di satu sisi pihak tertentu meraup untung di sisi lain masyarakat yang rugi dan itu bisa memicu terjadinya kelangkaan pasokan elpiji 3 kilogram," jelas Bastian.

Ia mengaku, Pertamina sangat mengapresiasi adanya tindakan yang diambil aparat kepolisian kepada pengecer, sebab hal itu bukan jalur distribusi resmi yang direkomendasikan oleh agen dan Pertamina.

Lebih lanjut Bastian menjelaskan, pihaknya telah menurunkan tim dari Pertamina dan agen secara rutin untuk memantau langsung jalannya distribusi gas elpiji 3 kilogram di pangkalan resmi.

Upaya itu tidak sedikit dikenakan sanksi teguran hingga pemutusan hubungan usaha oleh agen.

"Kami juga butuh dukungan untuk penindakan di tingkat pengecer, agar jalur distribusi elpiji 3 kilogram tepat sasaran," harapnya.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)