logo rilis
PERSI Angkat Suara soal Isu Rumah Sakit "Mengcovidkan" Pasien
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
05 Oktober 2020, 09:30 WIB
PERSI Angkat Suara soal Isu Rumah Sakit
Mural untuk memberikan semangat kepada petugas medis yang menangani pasien COVID-19. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) angkat suara terkait munculnya isu adanya sejumlah rumah sakut yang sengaja menyatakan status pasiennya sebagai pasien COVID-19 demi mendulang keuntungan di tengah pandemi. 

Menurut Ketua PERSI, Kuntjoro Adi Purjanto, isu itu sangat tidak berdasar lantaran tanpa disertai fakta dan data. Menurutnya, isu ini sangat merugikan rumah sakit dan para tenaga kesehatan yang sedang berjuang menghadapi pandemi COVID-19 

"Persepsi keliru dan opini ini menghasilkan misinformasi dan disinformasi yang merugikan pelayanan rumah sakit dalam penanganan pandemi COVID-19," kata Kuntjoro dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2020). 

Dia menilai, terbangunnya opini bahwa rumah sakit sengaja menetapkan status pasien sebagai pasien COVID-19 telah menimbulkan stigma dan pengaruh luar biasa pada menurunnya kepercayaan publik terhadap rumah sakit.

Hal itu juga meruntuhkan semangat dan ketulusan pelayanan yang dilaksanakan rumah sakit dan tenaga kesehatan.

Kuntjoro khawatir, isu ini dapat menimbulkan dampak negatif dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kepada pasien dan masyarakat umum, tuturnya.

Untuk diketahui, isu adanya rumah sakit "mengcovidkan" pasien mencuat setelah Kepala Staf Presiden Moeldoko meminta agar rumah sakit jujur terhadap data kematian pasien di RS pada masa pandemi COVID-19.

Dia meminta agar data kematian pasien di RS tidak selalu dikaitkan dengan COVID-19 sebagai penyebab.

Menanggapi hal itu, Kuntjoro meminta bukti yang sah jika memang benar ada rumah sakit yang melakukan tindakan tidak jujur dengan mengcovidkan pasien.

"Jika benar dan dapat dibuktikan secara sah, PERSI sangat mendukung pemberian sanksi terhadap oknum petugas atau institusi rumah sakit yang melakukan kecurangan dengan mengcovidkan pasien," kata Kuntjoro.

Dia juga mengatakan bahwa PERSI menghimbau, mengajak dan senantiasa berkolaborasi kepada para pihak yang berkepentingan memperbaiki pelayanan kesehatan dalam penanganan pandemi COVID-19.

PERSI menerima masukan, aspirasi dan keluhan dapat disampaikan dengan cara yang tepat dan saluran yang benar.

Kuntjoro menyebut bahwa PERSI berkomitmen dan senantiasa mendukung upaya pemerintah dan pemerintah daerah dalam penanggulangan pandemi COVID-19 dengan
memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien COVID-19 maupun pasien umum yang membutuhkan.

PERSI melalui rumah sakit anggotanya secara penuh kesadaran memenuhi tanggungjawabnya untuk melayani kesehatan seluruh masyarakat baik pasien COVID-19 maupun umum dengan segala risiko tinggi pada berbagai aspek baik kesehatan maupun nonkesehatan.

Dia juga menyebut bahwa rumah sakit memegang teguh dan melaksanakan pelayanan kesehatan berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan dan protokol kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien COVID-19.

PERSI menyatakan bahwa rumah sakit anggotanya telah mengikuti pedoman dan aturan dalam manajemen klinis dan tata laksana jenazah COVID-19 sesuai ketentuan berlaku.

Selain itu PERSI juga sudah mematuhi ketentuan mengenai klaim pembayaran atas klaim COVID-19 sesuai dengan regulasi yang berlaku.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID