logo rilis

Persaudaraan Alumni 212 Apresiasi MA Tolak PK Ahok
Kontributor
Tio Pirnando
27 Maret 2018, 20:48 WIB
Persaudaraan Alumni 212 Apresiasi MA Tolak PK Ahok
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengapresiasi Mahkamah Agung (MA) yang telah memutuskan menolak permohonan peninjauan kembali (PK) terpindana kasus penista agama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

"Yang pasti kami dari Persaudaraan Alumni 212 memberikan apresiasi yang tinggi kepada para hakim MA yang tegas, tepat dan cerdas dalam mengambil keputusan," ujar juru bicara PA 212 Novel Bamukmin kepada rilis.id, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Dia menilai, meski banyak kepentingan yang menghendaki Ahok bebas, namun MA tetap berpegang pada integritas, profesionalitas dan kode etik kehakiman. Sehingga tidak terpengaruh jika ada bujuk rayu agar MA mengabulkan permohonan PK Ahok tersebut.

"Kami melihat banyak kepentingan penguasa dalam mempertahankan kedudukannya yang bisa saja melakukan intervensi kepada hakim MA dan mungkin bujuk rayu karena Ahok kan selalu dapat dukungan penuh oleh penguasa dan partai-partai pendukungnya," tukas Novel.

Baca: PK Ditolak MA, Pakar Pidana Sarankan Ahok Ajukan Grasi

Seperti diwartakan, Majelis Hakim MA menolak upaya hukum PK yang diajukan mantan Gubernur DKI ‎Jakarta terkait perkara dugaan tindak pidana penodaan agama. Majelis Hakim yang menangani PK Ahok ini diketuai Artidjo Alkostar dengan anggota Salman Luthan dan Sumardijatmo.

Ahok melalui kuasa hukumnya, Josefina A. Syukur dan Fifi Lety Indra pada Jumat, 2 Februari 2018 mengajukan PK terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor: 1537/Pid.B/2016/PN.Jkt.Utr yang telah berkekuatan hukum tetap.

Ahok kini masih mendekam di rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat untuk menjalani hukuman atas kasus penistaan agama.

Ia divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara atas pernyataannya soal Surat Al-Maidah Ayat 51. Ahok pun tidak mengajukan banding dan mulai menjalani hukuman penjara di Rutan Mako Brimob, sejak Mei 2017.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)