logo rilis
Perpustakaan Kota Tangerang Harus Jadi Prioritas
Kontributor
Nailin In Saroh
23 Mei 2019, 15:00 WIB
Perpustakaan Kota Tangerang Harus Jadi Prioritas
Anggota Komisi X DPR Esty Widjajati

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi X DPR RI Esti Widjajati menilai, Perpustakaan Kota Tangerang belum menjadi skala prioritas jika dilihat dari anggarannya. Meskipun beberapa contoh upaya dan gerakan sudah mengarah kepada gemar membaca, dengan turut menghadirkan beberapa gerakan kecil seperti perpustakaan mini, perpustakaan keliling dan juga taman bacaan. Namun dirinya tetap mengapresiasi niat dari meningkatkan minat baca itu sudah ada.

“Supaya greget itu semakin menguat, kita berharap memang ada dukungan alokasi anggaran yang memadai dari APBD. Berikutnya soal penempatan Kepala Dinas. Karena sudah dinas, itu sudah nilai positif. Ketika sudah menjadi dinas, jangkauan kebijakan yang akan diambil menjadi lebih luas, juga lebih memungkinkan untuk bisa bergerak lebih leluasa. Maka yang utama adalah anggaran,” katanya usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI meninjau Perpustakaan Kota Tangerang, Banten, Selasa (21/5/2019).

Menurut politisi PDI-Perjuangan itu, hal lainnya selain anggaran yang perlu diperhatikan dalam peningkatan minat baca dan pengelolaan perpustakaan adalah penempatan personel di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah yang harus diisi oleh orang-orang yang kompeten dan kredibel, yang secara keilmuannya memang memahami bagaimana membangun perpustakaan tersebut agar menjadi lebih baik. Hal ini agar literasi generasi mendatang meningkat, dimana saat ini indeks literasi Indonesia peringkat 60 dari 61 negara.

“Walaupun kalau bicara literasi berarti tidak berarti hanya membaca saja, di situ juga ada telaah dan menulis. Tetapi setidaknya gemar membaca termasuk Posyandu itu juga merupakan salah satu titik penting untuk diperhatikan,” paparnya sembari berharap Pemerintah Kota Tangerang untuk turut memperhatikan Posyandu dengan mendirikan Posyandu percontohan untuk menguatkan dan meningkatkan indeks literasinya, mengingat Pemkot tidak bisa hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat.

Usai meninjau Perpustakaan Kota Tangerang yang dinaungi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Tangerang, Esti menilai kondisi perpustakaan ini sudah bagus jika dibandingkan dengan perpustakaan di luar Jawa. Meskipun ia mencatat jam operasional masih sangat terbatas, dan jumlah anggota yang baru mencapai seribu. Untuk itu, Esti mengingatkan agar seluruh pihak bekerjasama membangun masyarakat gemar membaca.

“Semua lini, bahwa wali kota dan jajarannya, kemudian masyarakatnya dan pendidikan di keluarganya itu harus ada gerakan, bagaimana membangun supaya masyarakat itu menjadi gemar membaca, karena membaca itu jendela dunia,” tandas politisi dapil DI Yogyakarta itu.

Sumber: dpr.go.id




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID