Home » Bisnis

Perpamsi Butuh Arahan Pemerintah

print this page Kamis, 7/12/2017 | 17:17

FOTO: PERPAMSI

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Rudie Kusmayadi meminta, pemerintah untuk memberikan arahan lansung kepada perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Nasional (MAPAMNAS) XIII 2017 di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan, terutama untuk memastikan kebutuhan masyarakat akan air bersih.

“Karena itu, dalam kesempatan yang baik ini, kami juga tidak lupa meminta kementerian terkait, seperti Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Kesehatan, bisa memberikan arahannya kepada kami,” kata Rudie.

Menurutnya, dengan arahan dari kementerian terkait di sektor air minum, PERPAMSI berharap kinerja dan pelayanan air minum ke depan bisa dijalankan secara maksimal.

Menurut data Kementerian PUPR 2015, akses air minum aman nasional baru mencapai 71,05 persen. Dari persentase tersebut, 17,1 menggunakan jaringan perpipaan, sedangkan non perpipaan mencapai 53,95 persen. Artinya, untuk mencapai akses aman 100 persen hingga 2019 masih ada kesenjangan hingga 28,95 persen. 

Untuk mencapai program 100 persen, Pemerintah Pusat memperkirakan total investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 253,8 triliun. Beberapa sumber pendanaan diantaranya dari APBN sekitar 20 persen, KPS & B to B 8,0 persen, pinjaman Perbankan 5,0 persen, CSR 7,0 persen, APBD 47 persen, PDAM 7,0 persen dan DAK 6,0 persen.

Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Kementerian Koordinator Perekonomian Muhamman Zainal Fatah mengatakan besarnya beban perusahaan untuk memenuhi kebutuhan rakyat akan air bersih. Sementara, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dianggap sebagai tonggak penting dalam pemenuhan hak rakyat atas air. 

“PDAM menanggung beban yang sangat besar atas upaya pemerintah memenuhi kebutuhan rakyat akan air bersih. Melalui tangan PDAM, negara hadir dalam upaya pemenuhan hak rakyat atas air,” kata Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Kementerian Koordinator Perekonomian Muhamman Zainal Fatah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid baswedan melalui Kepala Bagian Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta menyampaikan, PDAM sebagai perusahaan strategis yang dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

 “Saya menyambut baik kehadiran Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan acara ini membawa perubahan yang signifikan terhadap PDAM di sleuruh Indonesia. Kita tahu, PDAM merupakan perusahaan yang sangat strategis, dan pengabdiannya nanti bisa membawa masyarakat lebih sejahtera,” katanya.

Saat ini Anggota PERPAMSI berjumlah 436 entitas (forum MAPAMNAS sendiri dihadiri tak kurang dari 1.000 peserta). Dari jumlah tersebut, sebanyak 391 berbentuk Perusahaan milik Pemerintah Daerah (PDAM/PDAB/PAM /PERUSDA), sebanyak 27 beroperasi di bawah Dinas PU (BDAM/BPAM/BPAB/BLU/BLUD/UPT AM) dan sebanyak 18 berbentuk perusahaan swasta (PT). 

Penulis Intan Nirmala Sari

Tags:

PERPAMSIPDAMMAPAMNAS XIII 2017Kebutuhan Air