logo rilis
Permohonan Praperadilan Bos SGC Kemungkinan Besar Ditolak
Kontributor
Sukardjito
12 Januari 2018, 22:31 WIB
Permohonan Praperadilan Bos SGC Kemungkinan Besar Ditolak
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Pakar Hukum Pidana Chairul Huda menilai, Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang diterbitkan oleh Bareskrim Polri memang bisa digugat melalui praperadilan. Tapi, jika Sprindik sudah sesuai aturan maka bisa saja ditolak oleh hakim yang mengadili perkara praperadilan tersebut.

Hal itu dipaparkan Chairul Huda menyikapi gugatan praperadilan Gunawan Yusuf (Sugar Group Companies) terhadap Sprindik Bareskrim Polri.

Menurutnya, Sprindik yang dikeluarkan Polri bisa digugat ke praperadilan, jika Sprindik tersebut tidak sah. Seperti, Polri tidak punya wewenang menyidik tindak pidana yang dimaksud‎.

"Digugat boleh saja, tapi kemungkinan ditolak‎," kata Huda saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Lebih lanjut, Huda menjelaskan, meskipun seseorang yang diterbitkan Sprindiknya oleh penyidik Bareskrim Polri masih sebagai terlapor, atau saksi statusnya, tetap saja bisa ajukan gugatan praperadilan. Hanya saja, permohonan gugatan bisa ditolak oleh hakim praperadilan.

"Ya‎ digugat boleh saja, kemungkinan ditolak (hakim)," jelasnya.

Ahli hukum Pidana lainnya, Faisal Santiago, menjelaskan, gugatan praperadilan adalah suatu proses peradilan yang memeriksa apabila ada masyarakat yang merasa dirugikan dalam proses pemeriksaan, penetapan tersangka, dan seterusnya, belum berbicara materi atau substansi suatu perkara.

"Tinggal bagaimana keyakinan hakim dalam memutuskannya," kata Faisal.

Menurutnya, kalau penyidik Polri mengeluarkan Sprindik terhadap seseorang memang memiliki wewenang untuk menghentikan perkara tersebut (SP3), berbeda dengan Sprindik yang diterbitkan oleh KPK.

"SP3 kalau tidak terbukti, maka polisi wajib mengeluarkan SP3. Sedangkan, praperadilan itu apabila masyarakat merasa hak azasinya tidak terlindungi, atau merasa tidak melakukan satu perbuatan pidana. Maka jalannya praperadilan," tandasnya.

Diketahui, Gunawan Jusuf mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai pemohon, dengan termohon Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.

Gunawan menggugat Polri terkait diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan lanjutan Nomor: SP.Sidik/896 Subdit I/VI/2017/Dit Tipidum tanggal 22 Juni 2017. 

Polri mengeluarkan Sprindik tersebut untuk menindaklanjuti laporan dari Walfrid Hot Patar S sesuai Nomor Laporan Polisi: LP/369/IV/2017/Bareskrim tanggal 7 April 2017.‎ Bahkan, status Gunawan masih sebagai terlapor dan saksi, bukan tersangka.

Pekan depan sidang gugatan praperadilan yang diajukan Gunawan dan Fauzi sudah masuk ke dalam agenda putusan sidang gugatan.


#Sugar Group Comapnies
#Gunawan Jusuf
#Sengketa Lahan
#Konflik Tanah
#Bareskrim
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)