logo rilis
Perlakukan Bulog bak BNN, Komisi IV Harap Buwas Berantas Mafia Pangan
Kontributor
Nailin In Saroh
24 Mei 2018, 10:52 WIB
Perlakukan Bulog bak BNN, Komisi IV Harap Buwas Berantas Mafia Pangan
Dirut Bulog Komjen Pol Budi Waseso. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Komisi IV DPR RI berharap Dirut Perum Bulog Budi Waseso dapat memberantas mafia pangan, layaknya memberantas mafia narkoba kala menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Ekspektasi kita dari Pak Buwas (Budi Waseso), supaya Pak Buwas memperlakukan Bulog seperti BNN, tapi dalam regulasi ada keterbatasan tentang penindakan, bapak tidak bisa melakukan penindakan kecuali diserahkan ke satgas pangan," ujar Anggota Komisi IV DPR RI Fauzih Amro di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Seperti diketahui, lanjutnya, saat ini Indonesia sedang darurat impor. Apapun segalanya mengandalkan impor. Sebaliknya, Komisi IV ingin adanya kemandirian petani dan kesejahteran nelayan. 

"Contoh konkreat yang menarik ini saat ini adalah beras. Menteri Pertanian tidak bisa apa-apa ketika Menteri Perdagangan membuat peraturan dengan Permendag No.1 Tahun 2018 di mana impor tidak harus mendapat rekomendasi dari kementerian teknis. Ini problem sendiri," paparnya.

Untuk melawan itu, kata Fauzih, Menteri Pertanian kemudian melakukan panen raya di berbagai daerah. Menurutnya, semua adalah karena kurangnya koordinasi di antara kementerian. 

"Dalam ratas (rapat terbatas), Kementerian Pertanian tidak didengar lagi," kata Politisi Hanura ini.

Karenanya, tambah dia, jika Kementerian Pertanian mengatakan Indonesia surplus beras, artinya Bulog juga harusnya mengamini hal itu. Meskipun kemudian Kemendag (Kementerian Perdagangan) memaksa kembali impor. 

Pihaknya berharap Buwas bisa menjaga Bulog sesuai dengan tupoksinya, sesuai amanah Undang-Undang No. 48 Tahun 2016.

"Kita berharap betul dengan latar belakang bapak sebagai Polisi, Kabareskrim dan Kepala BNN. Bapak bisa berkordinasi dengan Satgas Pangan, supaya mafia-mafia yang sangat luar biasa di bidang pangan bisa diberantas sedikit demi sedikit. Itu semua demi peningkatan nasib petani kita," tegasnya.

Editor: Elvi R


500
komentar (0)