logo rilis
Perkuat Kerja Sama Penelitian Pertanian lewat ASEAN ARDIS
Kontributor
Elvi R
02 Mei 2018, 12:39 WIB
Perkuat Kerja Sama Penelitian Pertanian lewat ASEAN ARDIS
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Bali— Jejaring adalah salah satu kata kunci dalam perkembangan dunia riset, baik skala nasional ataupun regional. Tak terkecuali di bidang pertanian. Kerja sama dan pertukaran pengalaman riset pertanian dipandang perlu dalam menghadapi suatu issue bersama, seperti ketahanan pangan ataupun perubahan iklim.

Khusus untuk wilayah Asia Tenggara, Indonesia sejak beberapa tahun silam telah menginisiasi sebuah platform yang memungkinkan negara-negara ASEAN untuk terhubung dan saling bertukar informasi mengenai riset pertaniannya, untuk bersama-sama digunakan dalam menjawab berbagai tantangan yang semakin beragam.

Platform berbasis website yang diberi nama ASEAN ARDIS yang merupakan singkatan dari Agricultural Research and Development Information System ini berisi mengenai aneka informasi, tidak hanya riset, namun juga sejarah atau latar belakang bidang pertanian di negara-negara ASEAN. Untuk kembali memperkuat platform ini, Indonesia kembali memunculkan pembahasan mengenai ASEAN ARDIS dalam pertemuan The 13th  ASEAN Technical Working Group on Agricultural Research and Development (ATWGARD) yang berlangsung di Bali pada 26-27 April 2018 yang lalu.

Sekretaris Badan Litbang Pertanian, Dr. Muhammad Prama Yufdy yang bertindak sebagai Chair dalam pertemuan itu mengatakan, ATWGARD turut memegang peranan penting dalam isu-isu spesifik yang terkait ketahanan pangan dan perubahan iklim di wilayah ASEAN. “Peranan ATWGARD tidak hanya menyediakan platform dalam kegiatan penelitian dan pengembangan, namun juga berkontribusi pada tujuan umum ASEAN Economic Community dalam hal memastikan ketahanan pangan di wilayah ASEAN” ungkap Sekretaris Balitbangtan.

Sekretaris Balitbangtan juga mengingatkan mengenai pentingnya kerjasama antar negara ASEAN, dan ASEAN Working Group ini akan menjadi kunci dalam memecahkan beragam masalah dalam pengembangan pertanian.

“Berbagai tantangan tersebut tentunya membuat kebutuhan akan inovasi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan dan menekan kehilangan hasil panen menjadi semakin tinggi” lanjut Sekretaris Balitbangtan.

Hal ini selaras dengan semangat dikembangkannya ASEAN ARDIS, dimana melalui platform ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat pertukaran informasi riset pertanian, mulai dari sumber daya, kegiatan riset, peningkatan kapasitas. Serta kisah sukses yang telah diraih, sehingga berbagai permasalahan umum yang muncul di kawasan ASEAN akan dapat segera diatasi bersama.

Sumber: Yanuar/Balitbangtan


500
komentar (0)