logo rilis
Perkuat 4 Pilar, Pimpinan MPR usul Bangun Taman Renungan Bung Karno di Ende
Kontributor
Nailin In Saroh
28 Juli 2020, 19:55 WIB
Perkuat 4 Pilar, Pimpinan MPR usul Bangun Taman Renungan Bung Karno di Ende
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid melakukan kunjungan ke Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/7/2020). FOTO: Biro Pemberitaan MPR

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid melakukan kunjungan ke Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/7/2020). Salah satunya, Taman Renungan Bung Karno. 

Taman yang berdampingan dengan Pelabuhan Ende itu adalah tempat saat Soekarno diasingkan oleh pemerintah kolonialisme Belanda, dan digunakan Sang Proklamator untuk merenung memikirkan dasar-dasar negara.

Saat ini, Taman Renungan Bung Karno dijadikan salah satu jejak sejarah bahwa di bawah pohon sukun, disitulah Pancasila ditemukan. Saat mengunjungi taman, Jazilul Fawaid mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Apa yang dikatakan oleh politisi PKB itu merupakan sindiran setelah dirinya mengamati kondisi taman yang ada.

“Saya miris melihat taman ini,” ujar Jazilul. 

Ia mengatakan demikian, sebab dirasa taman itu tidak terurus, padahal disebut oleh pria kelahiran Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu di tempat ini, Soekarno menemukan lima mutiara. Di bawah pohon sukun, Soekarno mencurahkan pikiran dan memeras otak untuk menemukan cara bagaimana menemukan nilai yang dapat mempersatukan Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan beragam suku, bahasa, agama, dan adat istiadat.

”Terbukti apa yang ditemukan Bung Karno mampu mengikat bangsa ini,” paparnya.

Namun lagi-lagi,dia menyayangkan kondisi taman yang ada tidak mendukung dari temuan besar dari Bung Karno. Dituturkan, di satu sisi bangsa ini ingin memperkuat dan memasyarakatkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tetapi di tempat ditemukan Pancasila, kondisinya masih perlu banyak dibenahi. 

"Artinya kita kurang memberi penghargaan dari jejak sejarah yang ada,” ucapnya.

Seharusnya, menurut dia, di Taman Renungan Bung Karno, ada fasilitas pendukung yang lain, seperti perpustakaan, laboratorium Pancasila. "Bila perlu dijadikan tempat pendidikan kebangsaan selama dua hingga empat bulan," katanya. 

Fasilitas seperti itu dikatakannya, perlu ada agar sebanding dengan apa yang ditemukan oleh Sukarno di Ende. Sebagai Wakil Ketua MPR, dirinya mengajak kepada semua, pengusaha, pihak swasta, masyarakat luas, dan pemerintah pusat untuk bersama-sama membangun dan membenahi Taman Renungan Pancasila agar menjadi taman yang megah.

“Bila ada yang ahli desain, sumbangkan pikiran tentang tata kota. Bila pengusaha, bantulah dana,” tambahnya.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu mengatakan dirinya akan peduli terhadap keberadaan taman. “Saya akan berkampanye agar keberadaan Taman Renungan Bung Karno menjadi lebih baik. Saya akan berjuang terus untuk taman sampai menjadi lebih bagus,” imbuhnya.

Jazilul berharap pihak terkait, seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera membenahi Taman Renungan Bung Karno, “Sebelum membenahi situs-situs lainnya,” tegasnya.
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID