Home » Inspirasi » Riwayat

Perjalanan Panjang Bangsa Yahudi hingga Mencengkeram Negara Palestina

print this page Rabu, 13/12/2017 | 16:09

ILUSTRASI: Istimewa

UNTUK sampai menjadi negara Israel seperti sekarang, bangsa Yahudi menempuh perjalanan yang cukup panjang dan sempat menjadi bulan-bulanan Nazi Jerman. Berabad-abad menjadi bangsa yang terusir dan hidup berdiaspora. Kekuatan lobi dan juga pengaruh intelektual serta rekayasa jahat memungkinkan mereka dengan bantuan Inggris kembali ke Tanah Palestina dan mendirikan negara merdeka bernama Israel. Berikut kronologis terciptanya negara Israel.

Bangsa Amorites, Canaanites (kelak dikenal sebagai bangsa Phoenisia) dan bangsa Semitic yang lain memasuki daerah Palestina (Kanaan) sekira tahun 2000 sebelum masehi (SM). Kemudian sekira 1800 sampai 1500 SM, bangsa Semitic (Hebrews) hijrah dari Mesopotamia (Irak) dan menetap di Canaan yang kemudian dikenal sebagai bangsa Israel. Sebagian bangsa Israel lainnya hijrah ke Mesir (Egypt).

Pada1200-an SM, Musa memimpin bangsa Israel hijrah keluar dari Mesir dan mereka kembali ke Canaan. Pada 1100 hingga 1000 SM, bangsa Philistines (Raja Saul) dan The Israelites saling bertarung.

Tahun 1000 SM, bangsa Israel yang dipimpin Daud berhasil menaklukkan Philistine. Pada 928 SM, Sulaiman, sang penerus Daud, wafat selanjutnya bangsa Israel terpecah dua. Wilayah utara Palestina dikuasai Kerajaan Israel dan wilayah selatan Palestina dikuasai  Kerajaan Judah.

Tahun 722 atau 721 SM, Asyiria (Irak) menguasai kerajaan Israel, dan bangsa Yahudi diperbudak di Babilonia. Seratus tahun kemudian, Imperium Babilonia menaklukkan Asyiria.

Pada 587 atau 586 SM, Imperium Babilonia menaklukkan Kerajaan Judah dan menghancurkan bangunan Sulaiman di Yerusalem. Bangsa Yahudi diperbudak di Babilonia dan 50 tahun kemudian Imperium Babilonia ditaklukkan Imperium Persia (Raja Cyrus). Cyrus mempersilakan bangsa Yahudi kembali dan membangun Palestina (Yerusalem).

Pada 530 hingga 331 SM, Alexander the Great menaklukkan Imperium Persia. Setelah wafatnya Alexander pada 323 SM, jenderalnya memecah imperiumnya. Salah satu jenderalnya, Seleucus, mendirikan dinasti yang menguasai daerah Palestina sekitar 200 SM. Seleucus mengizinkan praktik Judaisme. Tatapi kemudian, salah satu raja pada dinasti ini, Antiochus IV, berusaha melarang Judaisme.

Kemudian pada 167 SM, bangsa Yahudi di bawah pimpinan The Maccabeans (Judah Maccabea anak dari Mattathias) mengusir Dinasti Seleucids dari Palestine. Bangsa Yahudi berhasil membangun kerajaan yang merdeka, yang disebut Judah.

Tahun 63 SM, Imperium Romawi menguasai Judah, sehingga Judah di bawah kekuasaan Romawi. Romawi menyebutnya wilayah Yudea. Isa lahir di Bethlehem yaitu pada zaman awal pemerintahan Romawi.

Tahun 66 Masehi hingga 132, pemerintahan Romawi berhasil meredam pemberontakan bangsa Yahudi. Tahun 70, jenderal dari Romawi, Titus, menyerang Yerusalem. Tahun 135, Romawi mengusir bangsa Yahudi dari Yerusalem. Palestina di bawah pemerintahan The Roman Empire sampai tahun 300-an dan dilanjutkan sampai The Byzantine (Konstantinopel/Turki - Romawi Timur) Empire.

Tahun 600-an, Dinasti Arab menguasai utara, dari Arabia sampai sekitar The Middle East, termasuk Palestina. Dinasti Arab berkuasa sampai dengan awal 1900-an.

Tahun 1000-an, Dinasty Seljuks, bangsa Turkish, mulai mengambil alih Palestina. Tahun 1096, Perang Salib dimulai, pasukan Kristen dari Eropa menginginkan kembali wilayah Palestina. Tahun 1099, pasukan Kristen berhasil menguasai Palestina.

Tahun 1187, Salahudin Al-Ayubi (bangsa Arab) menyerang dan menguasai Palestina (Yerusalem). Pertengahan 1200-an, Dinasti Mamelukes Mesir (Egypt) memasukkan Palestina ke dalam kekuasaannya.

Tahun 1300-an, bangsa Yahudi dari Spanyol dan wilayah Mediterania lain pindah ke Yerusalem dan wilayah lain Palestina.

Selanjutnya,  tahun 1516, The Ottoman Empire (Dinasti Usmaniah/Turki) menaklukkan Dinasti Mamelukes, dan Palestina menjadi bagian The Ottoman Empire. Populasi bangsa Yahudi semakin bertambah di Palestina dan pada 1880 menjadi sekitar 24.000 orang.

Pada Perang Dunia I (1914-1918), The Ottoman Empire bergabung dengan Germany and Austria-Hungary. Pemerintahan Militer Ottoman berkuasa di Palestina. The United Kingdom (Inggris) dan Eropa menghancurkan The Ottoman Empire setelah PD I. 

Inggris berusaha membantu Arab untuk merdeka dari Ottoman setelah selesai perang. Setelah PD I, dikeluarkan Mandat Teritorial oleh United Nation (UN). Inggris membawahi wilayah Irak, Tanzania dan Palestina. Selanjutnya, wilayah Palestina dipecah menjadi Palestina dan Trans Jordan (Yordania). 

Prancis membawahi wilayah Syria/Suriah (yang dipecah menjadi Syria dan Lebanon). The United Kingdom dan  Prancis berbagi wilayah Cameroons dan Togoland. Belgium atau Belgia mendapat Ruanda-Urundi. Jepang, Australia, Papua Nugini, Nauru, diberikan ke Jerman. Selandia Baru mendapat Western Samoa (Samoa), dan The Union of South Africa (Afrika Selatan), Namibia masuk ke Jerman. 

Sistem mandat berakhir tahun 1947. Irak, Suriah, Lebanon, dan Yordania menjadi negara merdeka. Namibia merdeka tahun 1990.

Tahun 1920, Inggris mendapat mandat untuk membawahi Palestina. Inggris menjanjikan sebuah negara Israel di Palestina untuk bangsa Yahudi (Belford Declaration).

Setelah PD II (1939-1945), The Zionists menghendaki Inggris mengizinkan imigrasi ratusan ribu orang Yahudi yang masih hidup akibat The Holocaust (pembunuhan massal Yahudi Eropa oleh Nazi). Komisi Khusus PBB untuk Palestina memutuskan Palestina dipecah menjadi negara Arab dan negara Yahudi.

Pada 14 Mei 1948, bangsa Yahudi memproklamirkan negara Israel merdeka dan Inggris menarik diri dari Palestina. 

Selanjutnya, negara-negara Arab menyerang Israel. Sampai sekarang, masih terjadi perebutan di Palestina antara nagara-negara Arab dengan Israel yang didukung oleh Inggris dan Amerika.

Penulis Hendarmin
Editor Yayat R Cipasang
Sumber Disarikan dari berbagai sumber

Tags:

palestina riwayat yahudi amerika serikat inggris