logo rilis

Peringatan Hari Santri Nasional, Sejuta Jamaah Akan Padati Gelora Delta Sidoarjo
Kontributor
Budi Prasetyo
25 Oktober 2018, 23:59 WIB
Peringatan Hari Santri Nasional, Sejuta Jamaah Akan Padati Gelora Delta Sidoarjo
FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

RILIS.ID, Surabaya— Satu juta jamaah diprediksi akan memadai Stadion Gelora Delta Sidoarjo untuk menghadiri Istiqhotsah Kubro, yang menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (28/10/2018) mendatang.

Jamaah tersebut terdiri warga Nahdliyin yang masuk di pendataan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan yang akan hadir tanpa mendaftar sebelumnya. 

"Untuk prediksi yang hadir yang pasti masuk data kami 470 ribu jamaah sudah masuk orang Sidoarjo, yang didata PCNU seluruh Jawa Timur. Akan tetapi pada pengalaman terakhir, rombongan yang tidak masuk data tidak terkoordinir kemarin lebih banyak. Insyaallah jamaah yang hadir bisa mencapai satu juta bahkan lebih," kata Ketua panitia Istiqhotsah Kubro, KH Reza Ahmad Zahid di kantor PWNU Jawa Timur, Kamis (25/10/2018).

Dia mengatakan, persiapan acara Istiqhotsah tersebut sudah mencapai 95 persen. 

"Alhamdulillah semua jajaran panitia Istiqhotsah Kubro berjalan sesuai koordinasi. Rapat panitia dan rapat dengan segenap instansi seperti TNI juga sudah dilakukan. Alhamdulilah pada instinya semua mendukung acara ini. Kami bisa mengatakan untuk persiapan menuju Istiqhotsah Kubro sudah sampai 95 persen," pungkasnya. 

Dia berharap acara Istiqhotsah Kubro itu tidak dikaitkan dengan agenda politik. 

"Kita untuk partai di Jawa Timur akan kita undang, tapi kita minta agar acara ini tidak dibawa ke ranah politik. Kita juga sepakat agar bendera parpol tidak berkibar. 

Kami mengimbau agar tidak ada bendera selain NU dan merah putih yang berkibar," pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar meminta agar warga Nahdliyin mengamalkannya (pengibaran bendera itu).

"Memohon agar seluruh warga NU mendekatkan kepada Allah. Shalatnya, wiridnya, kemudian meminta warga NU menahan diri. Yang ketiga barangkali punya amalan dan warga NU jangan bertindak sendiri. Yang kelima semua nunggu perintah kiai dan Komando dari PBNU," pungkasnya.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID