logo rilis

Peringatan Hari Santri Dinilai Jadi Sumbangsih Jokowi untuk Umat Islam
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
22 Oktober 2018, 18:25 WIB
Peringatan Hari Santri Dinilai Jadi Sumbangsih Jokowi untuk Umat Islam
Jokowi bersam para santri ponpes. FOTO: Dok Setkab.

RILIS.ID, Jakarta— Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober 2018 merupakan sumbangsih besar Presiden RI Joko Widodo. Berangkat dari sejarah resolusi jihad Kiai Hasyim Asy'ari di masa perjuangan Indonesia yang direspons Pemerintah sekarang 

Ketua Umum Silaturahmi Haji Indonesia untuk Kemenangan Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kholiq, mengatakan Jokowi menanggapi apa yang menjadi aspirasi kaum santri, khususnya kalangan Nahdliyin.

"Masyarakat Indonesia tentu paham, siapa yang mencanangkan Hari Santri ini," kata Kholiq yang juga Ketua DPP Perindo dalam siaran pers yang diterima rilis.id pada Senin (22/10/2018).

Sebab, tanpa adanya resolusi jihad, tidak akan lahir Hari Pahlawan yang selalu diperingati setiap 10 November. Karena itu, Jokowi pun menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) No. 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional per 22 Oktober.

Menurut dia, ini merupakan karya Jokowi, sekaligus sumbangsihnya kepada umat muslim di Indonesia. Namun, salah besar kalau menyebut santri hanya pada golongan Nahdlatul Ulama (NU) saja.

"Santri itu, satu komunitas yang belajar agama secara benar, ada NU dan Muhammadiyah, serta ormas-ormas lain. Mereka juga lembaga-lembaga yang memproduksi santri," tambah dia.

Menurut dia, pendiri Muhammadiyah Kiai Ahmad Dahlan merupakan seorang santri, yang kemudian menjadi guru agama (kiai). Begitu juga Kiai Hasyim Asy'ari. Keduanya pun merupakan sahabat dekat.

"Santri ini milik Indonesia, karena Jokowi juga Presiden RI bukan cuma untuk satu golongan tertentu," sambung Kholiq.

Ia pun tak merasa keberatak kalau ada pasangan calon lain di pilpres yang berupaya mendekati para santri. Menurutnya, bukanlah suatu masalah karena hari besar nasional ini boleh diikuti oleh komponen manapun.

"Tapi, pilihan para santri tentu sudah jelas ke siapa," singgungnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyatakan bahwa keberadaan santri memang punya pengaruh terhadap peta politik nasional.

Karena besarnya jumlah mereka, maka menjadi hal yang wajar kalau para kontestan di Pilpres 2019 berebut suara dari kelompok tersebut. Bahkan, dikatakannya dapat sampai meningkatkan elektabilitas.

"Proporsinya sangat besar dan dapat mempengaruhi peta politik, serta mendongkrak elektabilitas" kata dia.

Seperti diketahui, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar apel peringatan Hari Santri Nasional di Jombang, Jawa Timur. Di mana sebelumnya, ia juga melangsungkan napak tilas perjuangan resolusi jihad Kiai Hasyim Asy'ari.

Sedangkan, Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin hadir dalam peringatan Hari Santri Nasional di Tasikmalaya Jawa Barat.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)