Home » Peristiwa » Nasional

Pergantian Panglima TNI karena Hubungan Jokowi dan Gatot Tidak Harmonis

print this page Kamis, 7/12/2017 | 11:58

Panglima TNI Gatot Nurmantyo (kiri) dan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menggantikan Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI yang akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018 mendatang.

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, melihat ada kejanggalan terkait dengan pergantian Gatot di pucuk pimpinan TNI. Menurutnya, ada hubungan tidak baik antara Jokowi dan Gatot.

"Ada yang janggal. Pensiun Gatot pada Maret 2018 selesai. Jabatan beliau tinggal menghitung hari, ada yang janggalkan. Saya melihat Pak Jokowi ini tidak suka ada yang menonjol, memainkan isu, manajemen isu dan lain-lain. Itu sudah terlihat oleh Jokowi," ujar Pangi kepada rilis.id, Kamis (7/12/2017).

Usai tidak lagi menjabat sebagai Panglima TNI, kata dia, kemungkinan Gatot akan terjun ke politik praktis.

"Gatot akan memainkan posisi sebagai oposisi. Peran anti-tesis," cetusnya.

Selain itu, dia mengatakan, hal itu justru membuat partai politik bersaing untuk berebut mengusung Gatot di Pilpres 2019 mendatang. 

"Karena Gatot sudah berhasil dan anggaplah Gatot disukai masyarakat. Maka partai politik ingin dia (Gatot). Partai politik ini sudah krisis pemimpin, sudah pragmatis," tandasnya. 

Penulis Sukma Alam

Tags:

JokowiPanglima TNIGatot NurmantyoHadi Tjahjanto