Home » Elektoral

Perebutan Kursi Jabar 1 'Golden Bridge' 2019

print this page Jumat, 12/1/2018 | 15:34

ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Bandung— Konstelasi politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat diprediksi ketat dengan pertarungan empat pasangan yakni, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, Mayjend (Purn) TB Hasanudin-Irjen Pol Anton Charliyan, Mayjend (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Sejumlah kalangan bahkan menyebut, kemenangan di Jawa Barat akan menjadi jembatan emas untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Namun hal itu disanggah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Jawa Barat Saan Mustopa. Menurutnya, tidak ada jaminan hasil Pilgub Jabar linier dengan Pilpres 2019.

"Belum tentu linier dukungan di Pilkada hari ini dengan 2019 dalam konteks Pilpres. Menurut saya ngak akan. Ini masih dinamis," ujar Saan di Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/1/2018).

Isu politik di Pilgub Jawa Barat, hemat Saan, sangat dinamis dan akan selesai di 2018. Pasalnya, jika ditarik dari 16 kabupaten kota yang menyelenggarakan Pilkada, juga hanya akan berakhir di level Provinsi.

"Momen 2018 dijadikan pemanasan, uji coba untuk 2019, itu iya. Tapi dukungan dalam Pilgub hari ini, ketika diturunkan lebih dalam lagi toh tidak sama," jelasnya. 

Saan menegaskan, NasDem yang mengusung Ridwan Kamil tidak khawatir meski berhadapan dengan incumbent atau yang berlatar belakang militer.

"Enggak ada masalah karena sumber rekrutmen kepemimpinan bisa dari mana saja, profesional, militer, polisi, tinggal nanti bagaimana rakyat mempersepsikan yang dianggap tepat," tandasnya.

Penulis Arman Putra
Editor Sukarjito

Tags:

Pilgub JabarJabarCalonPilkada 2018