logo rilis

Perdamaian Korut-Korsel Butuh 'Restu' Trump?
Kontributor
Syahrain F.
18 April 2018, 13:21 WIB
Perdamaian Korut-Korsel Butuh 'Restu' Trump?
Tentara Korsel dan Korut berjaga di Zona Demiliterisasi. FOTO: AP

RILIS.ID, Washington— Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, dia merestui Korea Utara dan Korea Selatan untuk berunding mengakhiri perang yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

"Mereka memiliki restu saya untuk berunding mengakhiri perang," kata Trump di resort Mar-a-Lago, tempat pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, kemarin (17/4/2018).

Sekutu diperkirakan akan membahas sejumlah masalah bilateral dan regional, termasuk permasalahan Utara dan Selatan dan persiapan pertemuan antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang kemungkinan akan digelar pada Mei.

"Kami tidak tahu, tapi kami akan lihat apa yang terjadi. Mungkin pertemuan itu akan terjadi dan mungkin saja tidak. Mudah-mudahan pertemuan itu sukses," ujar Trump melansir dari kantor berita Anadolu Agency.

Trump mengonfirmasi bahwa pejabat AS dan Korea Utara telah terlibat dalam perundingan tingkat tinggi secara langsung, meskipun kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik formal. Saat ini mereka sedang mempertimbangkan lima lokasi untuk pertemuan bilateral bersejarah tersebut.

Jika pertemuan itu terjadi, maka itu akan menjadi tatap muka pertama antara pemimpin Korea Utara dan AS.

Konflik dalam perang Korea yang dimulai sejak tahun 1950, berakhir tiga tahun kemudian dengan gencatan senjata--bukan perjanjian perdamaian resmi antara keduanya--yang secara teknis perang belum berakhir.

Harian Munhwa Ilbo melaporkan, Korea Utara dan Selatan mempertimbangkan untuk mengakhiri konflik secara resmi dan akan membuat pengumuman dalam pertemuan bersama yang rencananya akan berlangsung pekan depan.

Mengenai hubungan Korea yang membaik, Trump mengatakan bahwa kedua negara itu "tidak akan merundingkan apa pun" tanpa keterlibatannya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)